Buru Enam Perampok yang Tembak Mati Kanitres Polsek Mesuji Makmur, Polisi Sisir Puskemas dan Rumah Sakit

Senin, 3 Juni 2019
Almarhum Bripka Afrizal dan keluarganya

Palembang, Sumselupdate.com – Satu dari enam pelaku perampokan mengalami luka tusuk setelah sempat bergulat dengan Kanit Reskrim (Kanitres) Polsek Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, Bripka Afrizal (33).

Sebagaimana diketahui, Bripka Afrizal tewas setelah ditembak enam kawanan perampok yang menyantroni kediaman seorang tauke karet bernama Kodri (60), di Dusun V Desa Beringin Jaya, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI.

Read More

Dalam peristiwa ini Kodri mengalami luka tembak di paha kiri dan perut. Kondisinya kritis dan tengah ditangani di RSUD Kayuagung.

Aparat kepolisian sendiri setelah mendapat informasi jika seorang pelaku mengalami luka tusuk, menyisir klinik, puskesmas hingga rumah sakit untuk mencari pelaku.

“Sudah disisir semua, belum ketemu,” kata Kapolda Lampung Irjen Zulkarnaen saat dihubungi detikcom, Minggu (2/6/2019).

Hingga saat ini Polres OKI dibantu oleh Polda Lampung masih mengejar para perampok. Polisi juga akan melakukan razia untuk mempersempit ruang gerak para pelaku.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi mengatakan tim masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Tim Inafis dan Puslabfor sudah diturunkan untuk bergabung dengan Polres OKI.

Supriadi mengatakan, tim diturunkan untuk memburu pelaku yang nekat menembak mati Kanitres di Polsek Mesuji Makmur, Bripka Afrizal. Afrizal meninggal dengan luka tembak di dada.

“Informasi sementara pelakunya 6 orang dan masih kami kejar. Saksi-saksi sudah diperiksa,” kata Supriadi.

Peristiwa itu terjadi saat warga mengetahui adanya perampokan di rumah Kodri di Dusun 5, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Mesuji Makmur, OKI, Sabtu (1/6) dinihari. Bripka Afrizal yang sedang mengobrol dengan warga di pos ronda kemudian menuju TKP.

Saat berjalan sekitar 1,5 kilometer dari pos ronda, warga mendengar teriakan bahwa para pelaku kabur melewati jembatan.

Tak ingin pelaku melarikan diri, korban mengejar mereka bersama kades setempat dengan berboncengan sepeda motor.

Begitu mendekati, para pelaku justru menembaki warga sambil bermotor. Bripka Afrizal membalas dengan tembakan peringatan.

Kawanan rampok semakin beringas, mereka melepaskan banyak tembakan yang membuat warga menyelamatkan diri.

Tak lama pelaku kabur, Bripka Afrizal justru ditemukan tergeletak dengan kondisi luka tembak di dada. Dia tewas dalam penanganan puskesmas setempat. Bripka Afrizal sendiri meninggalkan istri dan dua putra  yang masih kecil. (hyd/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts