Brak! Kapal Bermuatan Gelam Hancur Ditabrak: Satu ABK Terjepit Berhasil Selamat

Sabtu, 11 Juli 2020
Sejumlah nelayan berusaha menolong korban yang badannya terjepit kapal, Jumat (10/7/2020).

Laporan Haris WIidodo

Palembang, Sumselupdate.com – Peristiwa kecelakaan kembali terjadi di daerah perairan di Sumatera Selatan (Sumsel).

Kali ini, menimpa  angkutan kapal MS Andi Saputra bermuatan kayu gelam di Perairan Upang, Desa Upang Induk, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, sekitar pukul 23.30 WIB, Jumat (10/7/2020).

Polairud Polda Sumsel turun ke tempat kejadian perkara.

Anak buah kapal (ABK) Samsul Bahri (40) yang merupakan warga Tanjung Baru Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin mengatakan, saat itu dirinya sedang duduk santai di pinggir kapal, namun tiba-tiba ada kapal yang diduga kapal tangker datang dari samping menabrak kapal yang ditumpanginya.

Advertisements

“Arusnya lagi pasang, tidak ada tanda-tanda atau suara klakson datang dari kiri kapal dan melindas kapal kami,” ujarnya kepada Sumselupdate.com, Sabtu (11/7/2020).

Sejumlah penumpang kapal sedang berada di Polairud Polda Sumsel.

 

Saking kuatnya tabrakan membuat kapal terbalik dan badannya terjepit di bagian kapal sehingga tidak bisa keluar. Untung, datang nelayan yang lainnya untuk menolong korban.

Kapal MS Andi Saputra datang dari Muara Padang tujuan Kenten Laut berisi muatan kayu gelam sebanyak 3.650 batang. Dari keteranganya, tiga awak kapal lainnya yakni Zulfikar (29), warga Tanjung Baru, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Sodir (28) warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin,

Dan Andi Saputra (20) warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin dalam selamat (keadaan baik-baik saja) yang saat ini sudah di Polairud Polda Sumsel.

Kapal asing yang diduga tabrak MS Andi Saputra.

Sementara itu, Direktorat Polairut Kombes Pol YS Widodo mengatakan, laka air tersebut terjadi pada Jumat (11/7/2020) pukul 23.30, kapal MS Andi Saputara bermuatan 3.650 gelam ditabrak kapal besar.

“Kapal tersebut bermuatan 3.650 batang datang dari Muara Padang tujuan Gasing yang diduga ditabrak kapal cepat,” katanya.

Ketika disinggung apakah kapal asing menabraknya ? “Saya belum tau, namun masih kita dalami,” katanya .

Dari keterangannya saat ini sudah diterima empat saksi dari korban untuk diambil keterangannya. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian senilai 200 juta rupiah. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.