Bom di Davao Filipina Tewaskan 12 Orang, Tidak Ada Korban WNI

Sabtu, 3 September 2016
Bom meledak di Davao, Filipina (foto: Getty)

Davao, Sumselupdate.com– Sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan bom yang terjadi di pusat perbelanjaan di Kota Davao, yang merupakan kota asal Presiden Filipina Rodrigo Duterte, pada Jum’at (2/9) malam waktu setempat atau pukul 22.20 WIB.

Selain korban tewas, sebanyak 60 orang juga menderita cedera akibat ledakan tersebut.

Seperti dilansir BBC, juru bicara kepresidenan mengatakan para penyelidik menemukan serpihan dari bom rakitan berbahan mortir di lokasi ledakan. Beragam foto yang dilansir media setempat menunjukkan pecahan kaca dan kursi-kursi plastik berserakan di lokasi ledakan, yang saat ini ditutup untuk kepentingan penyelidikan.

Wakil Wali Kota Davao yang merupakan putra tertua presiden, Paolo Duterte, mengeluarkan pernyataan di media sosial bahwa terlalu dini untuk menentukan siapa yang mendalangi seranga itu. Dia mengatakan “aparat tengah menangani insiden ini”.

Kepala kepolisian daerah Davao, Manuel Guerlan, mengatakan beberapa pos pemeriksaan telah ditempatkan di jalur ke luar kota.

“Sebuah penyelidikan menyeluruh tengah dilaksanakan untuk menetukan penyebab ledakan. Kami menyeru kepada semua orang untuk tetap waspada,” kata Guerlan.

Kewaspadaan di kawasan Filipina selatan ditingkatkan selama beberapa pekan terakhir sehubungan dengan aksi militer terhadap kelompok milisi Abu Sayyaf.

Pada Senin (29/8), sedikitnya 12 serdadu Filipina tewas dalam pertempuran sengit melawan kelompok milisi. Hari itu dicatat sebagai hari paling mematikan bagi militer Filipina sejak Presiden Duterte terpilih pada Mei 2016.

Masa kepemimpinan Duterte sendiri diwarnai peningkatan pembunuhan terkait narkoba. Tercatat sebanyak 2.000 orang tewas sejak dia memimpin Filipina. Nyaris setengah dari jumlah kematian itu timbul dalam operasi kepolisian.

Sementara itu, pihak Kementerian Luar Negeri RI melalui akun @Portal_Kemlu_RI, Sabtu (3/9) menyatakan bahwa berdasarkan info KJRI Davao, tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. Sejauh ini KJRI terus melakukan koordinasi dengan otoritas setempat.

Diketahui jumlah WNI di seluruh Filipina saat ini adalah 7.183 jiwa. Untuk wilayah kerja KJRI Davao (Filipina bagian Selatan), terdapat 2.183 WNI.

“Hotline KJRI Davao dapat dihubungi melalui nomor (+63-82) 299 2930”, tulis akun tersebut. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts