London, Sumselupdate.com – Penumpang di sebuah bandara London dilanda kepanikan. Ini menyusul dugaan kebocoran zat kimia di bandara itu. Sejumlah orang pun mengalami kesulitan bernapas sehingga harus dilakukan evakuasi.
Sekitar 500 orang diungsikan dari London City Airport, bandara di London timur, pada Jumat pukul 16.00 (pukul 22:00 WIB) setelah sejumlah penumpang merasa tidak lemas, demikian kata Dinas Pemadam Kebakaran London (LFB) seperti dilansir dari BBC, Jum’at (22/10).
Staf ambulans menangani 26 pasien di tempat kejadian. Dua orang di antaranya harus dibawa ke rumah sakit.
Bandara ini baru dinyatakan ‘aman’ sekitar pukul 19:00 (Sabtu 01.00). Pada peristiwa itu polisi menemukan sebuah benda yang bisa jadi merupakan semprotan gas CS –sejenis gas air mata.
Seorang penumpang, David Morris (28), sedang melakukan pendaftaran penumpang untuk terbang ke Edinburgh. Namun, ia mendadak batuk-batuk.
“Kami sedang mengantre untuk check-in, dan mengobrol, lalu mendadak batuk-batuk dan sampai pada satu tititik saya tak bisa berbicara lagi karena batuk-batuk,” ujarnya.
“Keadaan memburuk, dan kami lihat orang-orang juga mulai batuk-batuk. Dan petugas di belakang meja juga batuk-batuk berat. Dalam waktu dua menit, mereka berteriak bahwa semua orang harus keluar,” ujar Morris lagi.
Menurut Morris, apa pun yang menyebabkan orang batuk-batuk, dia tak mencium bau apa pun, atau melihat warna dari gas atau apa. “Semua orang berteriak dan bergegas menuju pintu,” katanya.
Dalam pernyataannya, Polisi Metropolitan London mengatakan mereka tidak memperlakukan kasus ini sebagai kasus terkait teroris. “Dalam pencarian di bandara, ditemukan apa yang diyakini menjadi penyemprot gas CS,” sebutnya.
“Sementara penyebab insiden itu belum dikonfirmasi, petugas sedang menyelidiki apakah kejadian itu akibat semprotan tak sengaja,” lanjutnya.
Bandara kini sudah dibuka kembali. Penumpang pun diperingatkan bahwa gangguan keterlambatan bisa terjadi karena penumpukan jadwal penerbangan. (shn)











