Laporan: Mutakim Alparizi
Tebingtinggi, Sumselupdate.com – Sungguh biadab apa yang dilakukan Nopi Ariska (40), warga Kabupaten Empat Lawang.
Bukannya melindungi anak yang merupakan darah dagingnya, justru Nopi Ariska tega memperkosa buah hatinya sendiri sebut saja bunga (14).
Tragisnya perbuatan amoral pelaku ini dilakukan sejak anak kandungnya menginjak kelas 6 Sekolah Dasar (SD) hingga Kelas 2 SMP.
Korban berhasil digagahi pelaku yang berotak mesum ini, karena takut terhadap ancaman sang ayah yang akan membunuhnya.
Karena ancaman itulah, korban hanya pasrah dan membiarkan tubuhnya digerayangi sang ayah.
Kapolres Empat Lawang AKBP Helda Prayitno melalui Kapolsek Paiker Ipda Hendri Suhendri didampingi Kasi Humas Kompol Hidayat mengatakan, peristiwa bejat ini terungkap atas laporan dari keluarga korban.
Di hadapan keluarganya, Bunga mengaku tidak tahan lagi di rumah karena kerap ditiduri sang ayah.
Dari pengakuan Bunga, dirinya sudah lebih dari 30 kali dirudakpaksa ayah. Di mana setiap melakukan tindak pidana persetubuhan itu, pelaku selalu mengancam akan membunuh korban menggunakan senjata tajam jenis kuduk.
Lantaran ancaman tersebut, korban merasa ketakutan, korban kemudian pergi meninggalkan rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada kakek dan ibundanya yang sudah bercerai dengan pelaku.
Bagai petir menyambar di tengah siang bolong, ibu kandung korban begitu terkejut dan marah, sehingga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pasemah Air Keruh guna proses lebih lanjut.
Mendapat laporan itu, Kapolsek Pasemah air keruh Ipda Hendri Suhendri, SH memerintahkan Kanit Intel Polsek Paiker Aipda Fahrul Rozi, SH, MH bersama anggota untuk melakukan penangkapan.
Setelah melakukan penyelidikan, pelaku yang diintai berada di rumahnya.
Tanpa membuang waktu, Kapolsek Paiker bersama Kanit Intel Polsek Paiker dan anggota dibantu Poldes Paiker bergerak cepat melakukan penangkapan pada Sabtu (1/4/2023) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kemudian pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Paiker Polres Empat Lawang untuk penyidikan lebih lanjut. (**)











