Besok, PPKM Level 4 Mulai Diberlakukan, Sumsel Ada Empat Wilayah Diterapkan

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Jakarta, Sumselupdate.com – Penerapan PPKM Level 4 berlaku mulai besok Senin (26/7) hingga 2 Agustus 2021. Angkutan umum hingga taksi online boleh beroperasi selama PPKM level 4, dengan kapasitas 50 persen.

“Transportasi umum, kendaraan umum, angkutan massal, taksi konvensional dan online, dan kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimum 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers yang ditayangkan secara langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (25/7/2021).

Read More

Luhut menjelaskan PPKM level 4 ini diterapkan di hampir 100 kabupaten/kota di Pulau Jawa-Bali.

Selain PPKM level 4, pemerintah juga menerapkan PPKM level 3 di kabupaten/kota lainnya di Jawa-Bali.

“Total ada 95 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 4 di Jawa-Bali. Untuk PPKM level 3 akan diterapkan di 33 kabupaten/kota di Jawa-Bali,” ungkap Luhut.

Perpanjangan penerapan PPKM level 4 sebelumnya disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). PPKM Level 4 ini dilanjutkan dengan pelonggaran atau relaksasi terhadap para pelaku usaha kecil.

“Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika sosial, saya memutuskan melanjutkan menerapkan PPKM level 4 dari 26 Juli sampai 2 Agustus namun kita akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati,” ucap Jokowi dalam konferensi pers sore tadi.

Di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ada empat wilayah melaksanakan PPKM Level 4. Keempat wilayah tersebut adalah Palembang, Musi Banyuasin, Lubuklinggau, dan Kabupaten Musi Rawas.

“Keempatnya daerah dinilai melalui beberapa kriteria, yakni transmisi komunitas dan kapasitas respons. Penanganannya akan kita sesuaikan dengan kebijakan baru yang disesuaikan dengan aturan dari daerah. PPKM ini akan berlangsung dua minggu hingga tanggal 8 Agustus mendatang,” ungkap Gubernur Sumsel, Herman Deru, Sabtu (24/7/2021).

Deru menjelaskan, jika sebelumnya seluruh aturan PPKM ditentukan pemerintah pusat, maka untuk ke depan pemda akan mendapat porsi menentukan kebijakan masing-masing.

Hal ini diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah dalam menghadapi pandemik Covid-19, tanpa meninggalkan aspek kesehatan, ekonomi, dan sosial.

“Jadi untuk tata tertib aturan batasan pasar, warung (pusat perekonomian) diserahkan ke daerah. Ada fleksibilitas aturan-aturan nantinya. Untuk aturan akan kita tentukan setelah ada telegram dari Menteri Dalam Negeri,” ujarnya

Dalam kebijakan baru tersebut Sumsel juga diminta oleh Mendagri, Tito Karnavian untuk memperluas pemeriksaan sampel Covid-19 menjadi 2.967 orang per hari. Hal itu dilakukan lantaran pemeriksaan sampel yang dilakukan masih minim.

“Testing akan diperluas. Kita bersyukur saat ini sudah banyak masyarakat yang sadar untuk memeriksakan dirinya. Testing yang tinggi inilah menyebabkan kasus Sumsel naik,” tuturnya

Untuk mempersiapkan lonjakan kasus, Sumsel telah menambah 1.000 tempat tidur baru bagi pasien isolasi mandiri. Tempat-tempat isolasi khusus itu ada di Jakabaring dengan membuka tiga tower baru wisma atlet dan penambahan asrama haji.

“Sedangkan untuk di daerah yang kapasitas BOR tinggi kita minta berkoordinasi dengan kabupaten/kota di dekatnya. Jadi bisa saling membantu,” tutupnya. (dtc/ron)

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.