“Jessica sebagai kambing hitam saja, kasihan dia tidak berbuat ditahan dan disangkakan,” kata Yudi kepada wartawan, Jumat (4/3).
Dikatakan Yudi, beberapa pihak memang sengaja membuat situasi ini untuk bisa mengklaim asuransi atas nama Wayan Mirna Salihin. Pasalnya, jika Mirna meninggal karena dibunuh, asuransi tersebut akan dicairkan. Besaran asuransi Mirna yakni 5 juta dolar AS. “Kalau motif dibunuh maka dapat asuransi 5 juta USD. Mengapa yang disangka Jessica. Padahal tidak menutup kemungkinan orang lain selain Jessica,” kata Yudi.
Dia menduga penyebab Mirna tewas bukan karena dibunuh oleh seseorang, melainkan menderita penyakit. Hal tersebut terlihat dari rentang waktu meminum Es Vietnam Kopi tercampur sianida hingga Mirna dinyatakan tewas. “Kalau racun sianida tidak selama itu, pasti dia ada sakit yang lain,” kata dia.
Seperti diketahui, Wayan Mirna Salimin (27) meninggal usai menyeruput Es Vietnam Kopi tercampur sianida di Cafe Olivier, Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Rabu (6/1/2015) lalu. Sebelum tewas, Mirna sempat dilarikan ke klinik di mall tersebut sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir ketika dibawa ke RS Abdi Waluyo. (shn)











