Belum Ada Perusahaan di Sumsel Mendaftarkan Karyawan Untuk Divaksin Gotong Royong

Sabtu, 22 Mei 2021
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri.

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan belum ada data terkait perusahaan yang mendaftarkan karyawannya untuk ikut dalam vaksinasi gotong royong.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri, mengatakan, pihaknya belum mendapatkan data dari PT Biofarma terkait jumlah perusahaan di Sumsel yang mendaftarkan karyawannya untuk divaksin.

Read More

Menurutnya, dalam pelaksanaan vaksin gotong royong itu tidak perlu meminta izin dari Dinkes. Namun, data tersebut nantinya akan diterima Dinkes melalui PT Biofarma atau Kadin.

“Saat ini belum ada peminatnya. Jadi tergantung perusahaan itu sendiri apakah akan mendaftarkan untuk ikut vaksinasi gotong royong melalui Biofarma atau Kadin,” katanya, Sabtu (22/5/2021).

Pelaksanaan vaksinasi gotong royong itu nantinya akan menggunakan Sinopharm dengan jenis vaksin inactivated vaccine yang disebut SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell).

“Vaksin ini menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan terhadap virus, tanpa mengambil risiko respons penyakit serius,” tuturnya.

Selain itu, vaksin gotong royong juga tidak akan disubsidi oleh pemerintah. Maka dari itu perusahaan besar harus berkontribusi membantu program vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah.

Sebagai gambaran, untuk satu karyawan yang divaksin perusahaan harus mengeluarkan biaya Rp 879.140 untuk dua kali vaksin.

Rinciannya, satu dosis vaksin senilai Rp321.660 ditambah pelayanan vaksinasi oleh fasilitas kesehatan milik masyarakat atau swasta sebesar Rp117.910 per dosis. (ron)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts