Begini Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Sabtu, 17 November 2018
Haris Simamora (23), pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat.

Jakarta, Sumselupdate.com – Sebelum membunuh Diperum Nainggolan sekeluarga, Haris Simamora, ternyata sempat ngobrol dulu dengan para korbannya. Mereka berbincang seperti biasa, karena Haris adalah sepupu dari Maya Ambarita, istri Diperum, Senin malam, 12 November 2018.

“Pada jam sembilan (malam) itu bercengkerama-lah, namanya saudara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018) kemarin, seperti dilansir dari Viva, Sabtu (17/11/2018).

Read More

Obrolan berlangsung cukup lama, yakni sejak Haris datang pada pukul 21.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Disela-sela obrolan itu, Haris sempat ke dapur pura-pura menerima telepon masuk, padahal bermaksud mencari senjata, yang sekiranya bisa dipakai untuk menghabisi nyawa pasutri itu.

Di sana, dia menemukan sebuah linggis. Linggis itulah yang akhirnya dipilih untuk menghabisi nyawa kedua pasutri tersebut.

“Ke belakang (dapur) bawa telepon genggam. Dia sudah sering ke situ, dia tahu tempat perkakas di mana. Dia lihat linggis. Akhirnya, linggis dipakai untuk itu (membunuh),” ucapnya.

Kemudian sekitar pukul 23.00 WIB lah aksi keji itu dia lalukan. Dengan linggis, dia memukul korban terlebih dahulu, kemudian ditusuk lehernya, lalu diseret dengan linggis badan korbannya.

“Sekitar jam 23, dia melakukan aksinya. Dia (bunuh), pas semuanya (korban) tertidur,” kata Argo lagi.

Kedua anak terbangun

Dua anak pasangan Diperum Nainggolan dan Maya Ambarita, S dan A Nainggolan yang juga dibunuh bersama kedua orangtuanya sempat bertanya-tanya pada pelaku pembunuhan, Haris Simamora.

S dan A sempat bertanya-tanya kenapa Senin malam itu terdengar suara gaduh sekali. Mereka pun menemui Haris yang sebenarnya adalah paman mereka.

“Sempat bertanya (pada Haris), ‘ada apa om, dengan orangtua saya’,” kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat di Mapolda Metro Jaya, Jumat 16 November 2018.

Namun, Haris menghalangi keduanya untuk melihat langsung apa yang menimpa kedua orangtuanya itu. Haris membawa keduanya kembali ke kamar dan menidurkan mereka kembali.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebut Haris sempat menjawab kalau kedua orangtuanya hanya sedang sakit saja.

“Pelaku menjawab ‘tidak apa-apa, silahkan tidur. Tidak ada apa-apa. Sakit aja mama’,” kata Argo menambahkan.

Percaya dengan bualan Haris, kedua bocah itu pun ikut kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya. Haris pun ikut menemani untuk menidurkan mereka.

Saat keduanya kembali terlelap, pembunuhan pun terjadi. Tak mau meninggalkan saksi, Haris pun nekat menghabisi nyawa kedua keponakannya itu dengan cara dibekap dan dicekik(viva/adm5)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts