Bappenas Sebut Inovasi dan Teknologi Kunci Keluar dari ‘Middle Income Trap’

Kamis, 13 Oktober 2016
Bambang Brodjonegoro

Bogor, Sumselupdate.com – Sampai saat ini Indonesia masih belum mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Untuk dapat keluar dari jebakan tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebutkan, penguatan inovasi dan teknologi adalah kuncinya.

“Kalau mau keluar dari jebakan middle income dengan mengembangkan teknologi melalui pendekatan inovatif,” kata Bambang di sela seminar Pekan Inovasi Teknologi LIPI 2016, di Kota Bogor, Rabu (12/10).

Read More

Menurut Bambang, selama hampir 12 tahun Indonesia belum beranjak dari middle icome trap. Sejak tahun 1950 Indonesia masih dikategorikan negara miskin, atau berpendapatan rendah, bersama Korea Selatan dan Taiwan.

Perekonomian Indonesia sempat bergerak pada 1990, naik ke kelas ekonomi menengah, tetapi kategori rendah. Kemudian jatuh lagi di tahun 1998. Indonesia berhasil kembali menjadi negara “middle income” pada tahun 2004, tetapi tetap berada di bawah.

“Kita sudah naik kelas tetapi masih tetap di kelas itu, yakni berpendapatan menengah. Belum menunjukkan ke arah baik,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa negara yang lolos dari middle income menjadi negara berpendapatan tinggi seperti Korea Selatan dan Taiwan.

“Cara Korea Selatan dan Taiwan lolos dari negara berpendapatan menengah, dengan menguasai teknologi. Tahun 2008 mereka buktikan menjadi tuan rumah Asian Games,” katanya.

Apa yang dilakukan oleh Korea Selatan, lanjutnya, dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk mengembangkan teknologi dan inovasinya, dengan tidak lagi mengandalkan sumber daya alam yang tersedia.

“Indonesia terlalu nyaman dengan kekayaan sumber dayanya. Korea tidak mempunyai sumberdaya, sehingga mereka harus bertahan, dengan mengembangkan manufaktur, dan teknologi, inovasi,” jelasnya.

Bambang menambahkan, teknologi saja tidak cukup. Belajar dari Korea Selatan, mereka juga memiliki strategi teknologi yang bisa diterima oleh pasar.

“Inovasi berbasis pengetahuan menjadi penting, mendorong inovosi, teknopreneurs. Kita sudah harus mulai berfikir apa yang menjadi keunggulan Indonesia. Inovasi yang bisa langsung membuat dampak, bisa menciptakan lapangan kerja baru, manfaat inovasi dalam teknologi harus jelas,” katanya. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts