Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Banyak pendaki ke puncak Gunung Dempo Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) belum peduli dengan kebersihan lingkungan.
Buktinya, di beberapa titik pendakian banyak ditemukan sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum masyarakat saat melakukan pendakian.
Tak heran, jika anggota Komunitas Pencinta Alam Besemah (Kopabesh) yang melakukan aksi peduli kebersihan lingkungan berhasil membawa turun tujuh karung yang berisikan sampah plastik dari jalur menuju puncak Gunung Dempo Pagaralam pada Sabtu (29/8/2020).
“Tujuh karung sampah kita bawa turun. Kebanyakan plastik bungkus mie instan, bungkus minuman sachet, dan botol air mineral,” ujar pimpinan rombongan aksi pungut sampah dari Kopabesh, Bobby.
Selain plastik mie instan, menurut Bobby, sepanjang jalur dinding lemari pendakian puncak gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan, ditemukan sampah tisu yang digunakan warga.
Anggota Kopabesh yang menyisir jalur pendakian jalur dinding lemari menuju puncak Gunung Dempo juga menemukan sejumlah botol bekas air mineral yang dibuang begitu saja oleh pendaki.
“Ada sebagian yang kita temukan, sebagian malah ditaruh di plastik. Semua kita angkut bawa turun,” tambah Bobby.
Aksi pungut sampah di jalur puncak Gunung Dempo, menurut Bobby, merupakan bagian dari program Nol Sampah dari Kopabesh dalam menjaga kelestarian Gunung Dempo.
Menurutnya, dengan semakin banyak pendaki yang peduli dengan kebersihan lingkungan, maka ke depannya masyarakat akan lebih bisa menikmati keindahan Gunung Dempo.
Selain Komunitas Kopabesh, sejumlah komunitas peduli kebersihan lingkungan lainnya juga ikut melakukan aksi yang sama di Jalur puncak Gunung Dempo.
“Setidaknya para pendaki membawa turun sampah mereka sendiri. Ini saja sudah sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan puncak Gunung Dempo,” ucapnya. (**)











