Baturaja, Sumselupdate.com – Hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan pada Senin (25/3/2019) petang kemarin, mengakibatkan banjir bah di desa tersebut.
Meski tak berlangsung lama, namun banjir bah tersebut menggegerkan masyarakat setempat, sebab belum pernah terjadi dalam kurun 15 tahun terakhir ini.
Dalam peristiwa ini, air masuk ke perkampungan warga hingga setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya puluhan rumah terendam banjir.
“Air mulai terlihat deras melewati jalan poros sekitar pukul 19.00 atau usai shalat Magrib, ada puluhan rumah yang terendam banjir, tapi tidak lama. Sekitar satu jam air sudah mulai surut. Hanya saja, warga ada yang tak sempat menyelamatkan barang-barang mereka dari rendaman air karena banjir berlangsung cepat,” kata Dadang, salah satu warga setempat.
Sebelumnya, warga menduga banjir bah tersebut luapan Sungai Ogan, namun setelah dicek ternyata sumber banjir tersebut adalah Sungai Kepayang yang meluap akibat hujan deras yang mengguyur Desa Kelumpang sejak Senin petang sekitar pukul 17.00.
Hujan tak berhenti hingga menjelang Isya’ akibatnya Sungai Kepayang meluap dan masuk ke permukiman warga.
“Sebenarnya aliran Sungai Kepayang tersebut mengalir ke arah sungai Ogan, namun akibat luapan yang cukup besar, air kemudian masuk keperkampungan warga, biasanya tidak seperti ini, bahkan hujan lebih dari lima jam juga tidak sampai meluap masuk ke jalan tengah desa,” kata Dadang.
Belum diketahui berapa kerugian akibat banjir bah ini, namun sampai saat ini tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut.
Untuk sementara fasilitas air bersih yang bersumber dari air Kepayang tersebut mengalami kerusakan akibat luapan sungai, namun belum diperhitungkan berapa besar kerusakannya.
Pasca-banjir tersebut aliran air juga sempat terputus namun warga segera memperbaikinya pada Selasa siang ini, termasuk objek wisata Curup Pisang diduga juga mengalami kerusakan.
Nmun diperkirakan tidak terlalu parah dan masih bisa dikunjungi hanya saja masyarakat harus berhati-hati terutama ketika hujan tiba, masyarakat diminta untuk segera menjauh dan kembali ke desa sebelum air meluap.
“Ada sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir tersebut seperti saluran air bersih, namun warga langsung memperbaikinya. Kemudian barang-barang elektronik warga juga banyak yang rusak karena kejadiannya mendadak dan tanpa diprediksi sebelumnya,” pungkasnya. (wid)











