Baku Tembak dengan Polisi, Begal Sadis Tewas Diterjang 3 Butir Timah Panas

Selasa, 24 Oktober 2017
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara memperlihatkan pistol milik pelaku.

Palembang, Sumselupdate.com – Buronan berbagai macam kasus tindak pidana, Fahrullah alias Sahrul (26) meregang nyawa di usai baku tembak disertai kejar-kejaran dengan aparat kepolisian di tengah Kota Palembang, Selasa (24/10/2017), sekitar pukul 03.00 dinihari.

Polisi diketahui telah memburu tersangka selama hampir tiga tahun karena puluhan kali terlibat tindak kriminal berupa pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian disertai kekerasan (curas), dan pencurian dengan pemberatan (curat). Tersangka Sahrul dikenal sadis saat melancarkan aksinya. Saat membegal, dia tak segan melukai korbannya.

Jasad Fahrullah saat akan dibawa dari RS Bhayangkara Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengakutelah melakukan penyelidikan intensif seminggu sebelumnya sebelum merencanakan penangkapan.

“Pengintaian terhadap tersangka telah dilakukan sejak lama dengan mengumpulkan berbagai laporan aksi kriminal yang diderita masyarakat. Pelaku sudah 2-3 tahun buron sehingga sudah menjadi target utama operasi kami,” ujar Yon.

Setelah penyelidikan, Yon berujar, anggota polisi akhirnya mengetahui posisi pelaku dan komplotannya yang tengah berada di kawasan Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang tepatnya di depan Percetakan Rambang. Melihat targetnya ada di TKP, aparat segera menggelar operasi penangkapan.

Namun pelaku yang jumlahnya dua orang, sigap melawan saat hendak diringkus. Baku tembak di kawasan tersebut tak terelakkan hingga kedua pelaku berhasil menaiki sepeda motor untuk melarikan diri.

Tak mau incarannya lepas, polisi mengejar kedua pelaku yang melarikan diri ke arah Jembatan Musi II.

Di tengah perjalanan pun, tersangka Sahrul yang dibonceng masih melawan dengan melepaskan tembakan ke arah polisi yang mengejarnya. Hingga di kawasan Musi II, polisi melepaskan tembakan yang tepat mengenai tubuh tersangka Sahrul.

Warga Jalan Tangga Takat, Gang Abadi, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan SU II Palembang ini roboh dari sepeda motor akibat tiga peluru yang bersarang di dadanya dan tergeletak di tengah jalan. Sementara satu pelaku lain berhasil melarikan diri menggunakan kendaraan roda dua.

“Tersangka sempat kami bawa ke rumah sakit namun meninggal di perjalanan. Akhinya dibawa ke Instalasi Forensik RS Bahayangkara Palembang untuk keperluan visum dan otopsi,” jelas Yon.

Beberapa kasus yang dilakukan tersangka, diungkapkan Yon, merupakan kasus curat, curas, dan curanmor (3C). Tersangka pun diketahui pernah melakukan penggelapan sepeda motor, pengeroyokan, serta merupakan residivis kasus penggelapan dan baru keluar dari Lapas Kayuagung, Kabupaten OKI tiga bulan lalu.

“Pelaku merupakan buronan Polresta dan beberapa Polsek di Palembang. Dalam satu kasus curas yang dilakukannya, pelaku tidak segan menyiramkan air keras kepada korbannya sehingga mengalami luka berat dan cacat di wajah dan tubuh korban,” jelas Yon.

Dari jasad tersangka, pihaknya menyita barang bukti berupa senjata api rakitan jenis revolver, beberapa amunisi, senjata tajam jenis pisau, dan sepaket narkoba jenis shabu di saku celana Sahrul. “Saat ini kami masih mengembangkan penyelidikan untuk mengejar satu pelaku lain yang berhasil melarikan diri,” ujar Yon.

Berdasarkan pantauan di RS Bhayangkara Palembang, tidak terlihat kerumunan warga dan keluarga pelaku yang menyambanginya. Namun ayah pelaku, Suyanto (55), menunggu dokter forensik menyelesaikan visum untuk membawa pulang anak nomor tiganya tersebut.

“Saya tahu dari polisi kalau anak saya meninggal. Saya tidak tahu kalau anak saya suka beraksi kriminal karena dia itu juga bekerja di bengkel,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, anaknya tersebut memang terkadang menghilang lama tidak pulang ke rumah tidak tahu apa yang dikerjakannya. Beberapa waktu lalu pun pernah pergi selama 15 hari tanpa tahu rimbanya usai menjual ponselnya.

“Semalam sebelum kejadian saya telpon dan dia (tersangka –red) minta dibelikan kipas angin. Saya bilang iya nanti papa pulang dibelikan. Lalu sampai di rumah, dia minta uang ke saya dan pergi. Setelah itu dapat kabar tahu-tahu sudah meninggal,” tuturnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts