Jakarta, Sumselupdate.com – Febri mengatakan, KPK akan mendalami penemuan uang tersebut. Namun dia memastikan bahwa penggeledahan dilakukan lantaran diduga terdapat bukti-bukti lain yang menguatkan kasus suap jual beli jabatan di Kemenag ini.
“Semua bukti yang disita, apakah dokumen ataupun uang atau barang bukti elektronik atau bukti-bukti apapun itu disita karena diduga terkait dengan penanganan perkara dan dibutuhkan untuk mendukung proses pembuktian,” kata Febri.
Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).
Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.
Selain Romahurmuziy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin
Febri mengatakan, KPK akan mendalami penemuan uang tersebut. Namun dia memastikan bahwa penggeledahan dilakukan lantaran diduga terdapat bukti-bukti lain yang menguatkan kasus suap jual beli jabatan di Kemenag ini.
“Semua bukti yang disita, apakah dokumen ataupun uang atau barang bukti elektronik atau bukti-bukti apapun itu disita karena diduga terkait dengan penanganan perkara dan dibutuhkan untuk mendukung proses pembuktian,” kata Febri.
Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).
Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.
Selain Romahurmuziy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS).
Sementara itu, Menag Lukman Haki, Saifuddin mengaku sudah langsung dapat bekerja lagi di kantornya di Kementerian Agama pascapenggeledahan dari KPK.
“Ini ‘kan penyegelan baru Jumat malam, sudah selesai Jumat. Dan saya berterima kasih kepada KPK yang bekerja cepat sehingga tidak terlalu mengganggu karena sekarang saya akan bisa bekerja,” tutur Lukman di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).
Lukman menyebut, dia banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Meski bisa kembali bekerja, dia belum mengetahui apa aja yang diamankan KPK dari kantornya.
“Saya dapat informasi bahwa ruangan saya sudah bisa dibuka lagi dan proses penggeledahan KPK sudah katanya, saya mendapat informasi sudah selesai. Sehingga saya harus segera memasuki ruangan saya karena ada beberapa surat-surat yang harus saya tindak lanjuti, harus saya baca, harus saya tandatangani,” jelas dia.
Lukman mengatakan, dia menunggu KPK menindaklanjuti penggeledahan tersebut. Nantinya, dia baru akan memberikan pernyataan resmi ke masyarakat terkait kasus jual beli jabatan yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan sejumlah pejabat Kemenag.
“Saya minta juga kepada teman-teman media untuk menahan diri juga untuk tidak, menahan diri juga menanyakan hal-hal yang terkait dengan kasus ini,” kata Lukman menandaskan.
Lukman Hakim Saifuddin pun memberikan apresiasi terhadap kinerja KPK dalam menangani perkara korupsi. Khususnya terkait penangkapan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang kasusnya menyeret sejumlah pejabat Kementerian Agama (Kemenag).
“Pernyataan resmi saya kan sudah clear kan bahkan saya mengajak seluruh ASN Kemenag memberikan dukungan penuh kepada penegak hukum kita, KPK dalam rangka mengungkap kasus ini sehingga cepat tuntas dan lalu kemudian ke depan menatap lebih baik lagi,” tutur Lukman di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat.
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menyesalkan kasus suap yang melibatkan dua pejabat di kementeriannya. Ia menyatakan permintaan maaf pada masyarakat, dan berjanji akan kooperatif dalam penuntasan kasus ini. (lip/hyd)











