Jakarta, Sumselupdate.com – Positivity rate Covid-19 di Indonesia tercatat menurun hingga mencapai 1,16 persen per Minggu (19/9/2021). Angka ini merupakan yang terendah dalam laporan sepekan terakhir. Namun pakar menegaskan kabar baik ini belum menjadi lampu hijau bagi RI lepas waspada.
Ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr Masdalina Pane menjelaskan rendahnya angka positivity rate tak menjamin pengendalian COVID-19 di RI sudah baik.
Sebab dalam laporan terakhir pun, jumlah suspek masih tinggi. Misalnya pada Minggu (19/9/2021), suspek tercatat sebanyak 234.824.
“Gap-nya (antara angka positivity rate) masih besar dengan jumlah suspek. Ini PR kita sebenarnya,” ujarnya, Senin (20/9/2021) seperti dikutip dari detikcom.
Menurutnya, penyebab terbesar penurunan kasus COVID-19 di RI kini adalah penurunan penyebaran varian Delta secara signifikan. Dalam data yang dipaparkan Pane, tercatat penurunan distribusi varian Delta terjadi sejak pekan ke-26 di 2021.
Mengingat, kemunculan varian Delta adalah salah satu Unusual Epidemic Event (UEE) yang berpotensi memicu lonjakan kasus COVID-19.
“Lebih baik pemerintah mempersiapkan semua infrastruktur, agar jangan sampai pasien susah dapat tempat tidur, jangan sampai oksigen tidak tersedia, obat-obatan hilang dari pasaran, test susah, vaksin susah. Nggak boleh itu terjadi,” tegas Pane.
“Penurunan saat ini lebih didominasi penurunan varian Delta. yang signifikan. Di banyak negara sepertinya serangan Delta antara 8-14 minggu ya,” pungkasnya. (adm3/dtc)











