Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan harga komoditas karet, diantaranya membatasi ekspor, Pemerintah akan membuka pasar di dalam negeri untuk menyerap karet dalam negeri.
Pasar dalam negeri ini didukung penuh Kementerian Pekerjaan Umum dengan penyerapan karet sebanyak 250 ribu ton, Kementerian Perindustrian 100 ribu ton, Kementerian Perhubungan 100 ribu ton, dan Kementerian BUMN sebanyak 50 ribu ton. Total penyerapan sebesar 500 ribu ton.
“Dengan penyerapan karet sebesar 500 ribu ton ini akan memenuhi ekspor yang sudah dibatasi mencapai 238 ribu ton. Sudah jelas ini terpenuhi dan bahkan melebihi, dengan solusi ini satu masalah teratasi dan kita yakin kedepan harga karet akan kembali naik,” ungkap Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, di Palembang.
Andi menambahkan, selain akan membuka pasar dalam negeri, Pemerintah secara bertahap akan melakukan peremajaan (replanting) perkebunan karet yang luasnya mencapai 3 juta hektare di Indonesia. Menurutnya, karna karet merupakan tanaman tahunan butuh waktu lima hingga tujuh tahun. Kementerian Pertanian memiliki program dalam 1 hingga 3 tahun kedepan dengan cara akselerasi tumpang sari tanaman jagung, kedelai, dan padi. Dari tiga jenis tanaman ini para petani karet akan diberikan benih secara gratis oleh Kementerian Pertanian.
“Dengan demikian sambil menunggu peremajaan karet, masyarakat masih bisa mendapatkan penghasilan untuk hidup. Ini semua merupakan solusi jangka pendek dan jangka panjang,” lanjutnya.
Kementerian Pertanian akan menerapkan solusi ini secepatnya, dengan harapan permasalahan harga karet dalam satu tahun dapat diselesaikan.
Sementara Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, Pemprov Sumsel tengah berupaya untuk meningkatkan pendapatan petani karet di Sumsel, diantaranya dengan rencana pembangunan industri hilirisasi.
Menurut Alex, Sumsel sendiri merupakan produsen karet terbesar di Indonesia. Namun, kata Alex, karet ini di ekspor hanya dalam bentuk slap, sehingga negara lain memanfaatkan ini dengan mengambil value edit disana.
“Untuk itu, nilai tambah karet ini akan diberikan dengan membangun pabrik ban di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api,” ungkap Alex. (adi)











