Palembang, Sumselupdate.com – Berawal berkenalan dari media sosial (medsos) dalam bentuk LINE, Musmulyadi (28) nekat melakukan tindak asusila terhadap Bunga (13), sebut saja demikian namanya.
Tak tanggung-tanggung tersangka yang baru saja kenal selama dua minggu, menyetubuhi gadis bau kencur tersebut sebanyak tiga kali.
Namun perbuatan durjana pelaku akhirnya terungkap setelah warga menggrebek aksi mesum pelaku. Warga yang geram menggiring tersangka ke kantor Polsek Sukarame Palembang.
“Tersangka ini selalu datang ke rumah Bunga saat orangtuanya tidak di rumah. Warga pun curiga sehingga melakukan penggrebekan dan orangtuanya pun dihubungi,” tutur Kapolsek Sukarami, Kompol Khalid Zulkarnain yang di dampingi Kanit Reskrim Iptu Marwan saat gelar perkara kasus ini, Kamis (20/4/2017).
Menurut Kapolsek, awalnya Bunga ingin cerita dengan orangtuanya, akan tetapi merasa takut lantaran di bawah ancaman tersangka.
Beruntung, ketika tersangka ada di rumah anak baru gede (ABG) ini, digrebek warga dan dilaporkan orangtuanya ke Polsek Sukarami.
“Untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap tersangka, untuk pasal yang dikenakan adalan pasal 81 no 35 tahun 2014, tentang UU Perlindungan Anak dengan ancaman 5 tahun penjara,” tutupnya.
Sementara itu, tersangka Musmulyadi yang tinggal di Jalan Asoka, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang, mengaku, pertama kali kenal Bunga lewat LINE.
Kemudian, mereka pun bertemu. Nah, saat bertemu itulah ia mulai membujuk Bunga untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.
“Dilakukan di rumahnya korban Bunga, pas kedua orangtuanya sedang pergi pergi,” katanya saat gelar perkara di Mapolsek Sukarami Palembang.
Menurut sekurity salah satu perusahaan swasta ini, dia melakukan hal tersebut karena suka sama suka dan tanpa ada paksaan.
“Sudah Tiga kali kami melakukannya dan itu selalu dilakukan di rumah korban. Terakhir Selasa kemarin,” ungkapnya.
Saat diajak melakukan hubungan intim, lanjutnya Ia tidak menjanjikan apa-apa kepada Bunga yang masih duduk di bangku SMP tersebut dan Bunga juga mau melakukan hal tersebut.
“Aku ketangkap karena warga curiga, jadi kami digrerbek pas lagi di rumah Bunga,” tuturnya. (tra)











