Martapura, Sumselupdate.com – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur HM Kholid Mawardi tak henti-hentinya terus mengkampanyekan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat yang ada di Bumi Sebiduk Sehaluan untuk melakukan gerakan menanam cabai di pekarangan rumah.
Bukan tanpa alasan, hal ini melihat komoditi bumbu dapur yang terkenal memiliki rasa pedas, merupakan salah satu kebutuhan dalam setiap rumah tangga.
Terlebih harga cabai yang sempat melambung tinggi, ternyata tidak menyurutkan niat masyarakat untuk tetap membelinya.
“Sempat menjadi isu nasional, hampir di seluruh wilayah Indonesia harganya melambung, terlebih nanti menjelang hari Raya (Idul Fitri-red), diprediksi akan melonjak tajam,” ujar Kholid Mawardi, belum lama ini.
Dijelaskannya, kebutuhan rumah tangga akan cabai rata-rata satu hingga dua kilogram setiap bulan.
Sementara, setiap batang cabai bisa menghasilkan dua hingga empat kilogram selama siklus tanam.
“Jika di pekarangan kita tanam 10 batang saja dalam pot, berarti kita sudah menghemat biaya belanja bulanan dan bisa kita alihkan untuk kebutuhan lain. Secara aspek ekonomi tentunya meringankan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten OKU Timur sendiri pada bulan Maret lalu, menerima penyerahan bibit cabai dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi melalui DKP kabupaten, yang diserahkan oleh Kadin DKP OKU Timur H Sujarwanto, SP, MM, kepada Ketua TP PKK OKU Timur Hj Rusmiyati Kholid sebanyak 1.500 polybag.
Sebanyak 1.500 polybag ini nantinya akan dibagikan ke seluruh kecamatan yang ada di OKU Timur melalui pengurus TP PKK setiap kecamatan.
“Ayo menanam cabai di pekarangan rumah kita, untuk kita dan keluarga pastinya,” katanya sekaligus mengajak.
Sementara itu, TP PKK OKU Timur selaku leading sector program ini sendiri, sudah mendistribusikan persediaan bibit cabai ke seluruh TP PKK kecamatan se-Kabupaten OKU Timur untuk diteruskan ke setiap rumah tangga dalam wilayah kecamatan masing-masing. (yul/adv)











