Asyik Dengar Musik di Rel, Dua Pelajar di Gunung Megang Ditabrak KA

Rabu, 17 Mei 2017
Personel Polsek Gunung Megang saat melakukan olah TKP.
Muaraenim, Sumselupdate.com – Diduga karena terlalu asyik mendengar musik saat nongkrong di rel kereta api, dua pelajar di Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muaraenim, Senin (15/5/2017) malam ditabrak kereta api angkutan minyak nomor 3152 PT Pertamina yang melintas.

Akibatnya, salah satu korban atas nama Subarno (17), pelajar kelas XI SMAN 1 Gunung Megang, tewas di tempat kejadian. Sementara rekannya Prayoga (15), pelajar kelas IX SMPN 1 Gunung Megang, mengalami luka memar kaki kanan.

Kejadian bermula pada saat kedua korban tersebut sedang duduk berdampingan di rel perlintasan KA Gunung Megang sambil memainkan handphone dengan menggunakan handset dan mendengarkan music box.

Read More

Kemudian, tiba-tiba datanglah kereta api angkutan minyak No. 3152 PT Pertamina yang melaju dari arah Lahat menuju ke arah Palembang. Karena suara pemutar musik yang cukup keras, suara dari bel stasiun dan klakson  kereta api yang melintas tidak didengar oleh kedua korban. Alhasil, kareta tersebut akhirnya menabrak kedua korban.

Namun salah satu korban, Prayoga, sempat menghindar dan melompat ke pinggiran rel perlintasan kereta api dan mengalami luka memar pada kaki sebelah kanan.

Sedangkan Subarno, tidak dapat menghindar dari tabrakan kereta api dan mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP. Setelah itu, kedua korban dibawa ke rumahnya masing-masing oleh anggota Polsek Gunung Megang dan para warga di sekitar TKP.

Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan, SIK, MPP, melalui Kasubag Humas AKP Arsyad AR dan Kapolsek Gunung Megang AKP Iwan Gunawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi.

“Akibatnya, salah seorang korban tewas dan seorang lagi luka memar di kaki. Barang bukti yang diamankan adalah 2 buah sendal jepit milik kedua korban,” ujar Iwan Gunawan, Selasa (16/5/2017).

Kondisi korban Subarno setelah dilindas KA angkutan minyak PT Pertamina.

 

Juanda (30), PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) didampingi Robiansyah (22) Security Stasiun KA Gunung Megang, mengatakan, kejadian tabrakan pada saat kereta api pengangkut minyak melintas dari arah Lahat menuju Palembang.

“Diduga korban tidak mendengar suara bel stasiun dan klakson kereta api yang melintas sehingga kereta api menabrak korban,” ujar Juanda.

Prayoga, korban yang selamat menuturkan kalau dia dan rekannya sedang duduk di atas rel sambil mendengarkan musik pakai handset.

“Jadi tidak kedengaran ada kereta api yang akan melintas. Apalagi malam gelap. Tapi aku sempat melompat dan menghindar,” ujar Prayoga.

Pujo Niyanto, ayah almarhum Sabarno mengatakan, anaknya itu masih bersekolah di SMAN 1 Gunung Megang.

“Kejadian waktu dia sedang duduk dekat rel kereta api pada malam hari,” jelas Pujo.

Kepala SMAN 1 Gunung Megang Firman melalui guru Sastra Fiana membenarkan kalau Sabarno adalah salah seorang siswa kelas XI SMAN 1 Gunung Megang.

“Dia salah seorang siswa kami dan kami atas nama sekolah menyampaikan bela sungkawa,” jelas Sastra. (azw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts