Asuransi bagi Nelayan Diharapkan Mampu Mensejahterakan

Sekretaris Jenderal Kementerian Perikanan dan Kelautan, Ir Rifky Effendi Hardijanto
Palembang, Sumselupdate.com – Indonesia sedang berusaha agar kekayaan hasil kelautan yang berlimpah mampu dikelola dengan baik, agar peristiwa pada tahun 2009 tidak terjadi lagi, yakni menjadi negara produsen perikanan dunia setelah negara Cina, Peru dan Amerika Serikat.
Pemerintah juga sedang berupaya agar kesejahteraan nelayan di lapangan, pembudi daya ikan dan  petambak garam di Indonesia yang mayoritas dalam kondisi miskin, dengan prasarana, sarana minim serta akses pendanaan dan pembiayaan terbatas akan dibantu.
Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudi daya perikanan dan petambak garam, Pemerintah membuat satu peraturan. Hasilnya dalam rapat Paripurna DPR-RI tahun 2016 disahkan Undang-Undang Nonor (UU) 7 tahun 2016.
Agar UU tersebut bisa diketahui masyarakat luas maka Biro Hukum dan Organisasi, Sekretariat Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melakukan sosialisasi, di Kantor DKP Jalan Pangeran Ratu Jakabaring, Jumat (12/5/2017).
Sekretaris Jenderal Kementerian Perikanan dan Kelautan, Ir Rifky Effendi Hardijanto mengungkapkan bahwa UU nomor 7 tahun 2016 merupakan payung hukum yang memberikan perlindungan bagi Nelayan yang sangat penting disosialisasikan hingga lapisan terbawah agar masyarakat paham dan tidak tersandung kasus hukum.
“Oleh karena itu kita menghimbau untuk semua pihak berpartisipasi menyampaikan UU ini, khususnya DPR RI karena kita ingin memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam hal ini nelayan. Apalagi Sumsel memiliki banyak potensi ikan baik dari hasil kelautan maupun budidaya,” jelasnya.
Rifky menyebutkan, salah satu poin bentuk jaminan perlindungan bagi nelayan yang tercantum dalam UU nomor 7 tahun 2016 adalah asuransi bagi nelayan. Namun hingga kini  asuransi bagi Nelayan yang ada di Indonesia baru terealisasi 55 persen.
“Asuransi bagi nelayan yang meninggal di laut akan mendapatkan bantuan Rp 200 juta,” singkatnya. (adi)
Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.