Teheran, Sumselupdate.com — Iran, salah satu negara yang masuk dalam daftar larangan masuk ke Amerika Serikat dalam surat perintah yang diteken Presiden Donald Trump akhir pekan lalu, memutuskan membalas aturan ini.
Seperti dilansir Tempo.co dari Slate, Minggu (29/1/2017), Iran akan melarang warga negara Amerika Serikat memasuki negaranya hingga aturan tersebut dicabut pemerintahan Trump.
“Keputusan yang meski berlaku sementara, adalah penghinaan terhadap dunia Islam dan rakyat Iran,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
“Meski kami menghormati rakyat Amerika dan memisahkan mereka dari pemerintah yang bersikap memusuhi, Iran akan menetapkan aturan resiprokal.”
Langkah ini diterapkan kurang dari 24 jam setelah Presiden Donald Trump meneken surat perintah yang melarang warga dari tujuh negara Muslim —Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman—masuk ke Negeri Abang Sam selama 90 hari ke depan.
Dua agen perjalanan telah mendapat perintah dari maskapai Etihad Airways, Emirates, dan Turkish Airlines untuk tidak menjual tiket ke Amerika Serikat kepada warga Iran.
Iran merupakan negara yang paling terdampak aturan ini. Sedikitnya 35 ribu warga Iran bepergian ke Amerika Serikat setiap tahun. “Kami merasakan ketidakadilan karena masuk dalam daftar hitam,” ujar Trita Parsi, Ketua Dewan Iran-Amerika.
Seorang pelajar asal Iran yang kuliah di California mengatakan tiket dari Turkish Airlines untuk 4 Februari mendatang telah dibatalkan. “Saya telah menghubungi kampus dan mereka akan mengirim surat agar saya dapat berangkat dari Eropa,” kata perempuan yang menolak disebutkan namanya itu.
Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhanni mengkritik langkah Trump membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.
“Saat ini bukanlah waktu untuk membangun tembok antar-negara. Mereka melupakan tembok Berlin yang runtuh beberapa dekade silam.”
Sebelumnya, nominator Oscar asal Iran, Asghar Farhadi, terancam tidak bisa menghadiri malam penghargaan bergengsi untuk insan perfilman dunia itu.
Ini karena dia tersandung kebijakan larangan kunjungan, yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Trump sebelumnya diketahui telah menandatangani keputusan presiden atau executive order yang melarang pengungsi Suriah dan warga negara dari tujuh negara muslim dunia memasuki wilayah Amerika.
Pihak penyelenggara, Academy of Motion Picture Arts and Sciences, menyesalkan kebijakan baru itu, yang membuat Asghar terancam tidak dapat menghadiri perhelatan 89th Academy Awards. Film drama berjudul The Salesman dinobatkan sebagai salah satu nominasi dalam kategori film berbahasa asing terbaik.
“Kami merayakan penghargaan untuk industri film, di mana kami mencari kebebasan untuk berbicara di seluruh dunia, tanpa memandang perbedaan kebangsaan, etnis, agama,” demikian bunyi pernyataan pers Academy of Motion Picture, seperti dilansir dari Los Angeles Times.
Pernyataan keberatan itu dikemukakan sebagai bentuk dukungan untuk seluruh pembuat film dunia, juga hak asasi manusia di seluruh dunia.
Terlebih kebijakan baru itu diketahui menimbulkan masalah untuk Asghar, sutradara asal Iran, yang pada 2012 juga berhasil memboyong piala Oscar untuk kategori yang sama, dengan filmnya berjudul A Separation.
“Dia tak bisa hadir dan memasuki negara ini karena agama dan asal negaranya,” kata sang juru bicara. Sedangkan aktris pemeran drama The Salesman, yang disutradarai Asghar, Taraneh Alidoosti, mengatakan dia akan melakukan aksi boikot terhadap penghargaan Oscar sebagai bentuk protes terhadap larangan imigrasi Amerika yang dinilainya mengandung unsur rasisme.
Asghar ketika menerima penghargaan 2012, menyampaikan pidato kemenangan yang mencuri perhatian publik.
“Saya dengan bangga mempersembahkan penghargaan ini untuk orang-orang di negara saya, dan juga untuk mereka yang menghormati budaya bangsa kami,” katanya. (hyd)











