Palembang, Sumselupdate.com – Antisiapsi penyebaran berita hoaks, Dinas Kominfo Sumatera Selatan secara rutin melakukan sosialisasi terhadap pengguna media sosial dan juga media online, agar informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menjadi fitnah.
Plt Kepala Dinas Kominfo Sumsel Jhon Kenedy menyampaikan sebulan yang lalu pernah melakukan pelatihan terhadap pelaku media sosial yang bukan wartawan tapi sudah memiliki media sosial termasuk media-media online, mengenai cara penulisan yang baik.
“Kita bekerja sama dengan kawan-kawan dari media untuk melatih, termasuk kita juga sudah melakukan kerja sama dengan PWI untuk melatih kawan-kawan media sosial. Minimal bisa memahami tentang bagaimana menulis yang baik,” jelas Jhon, Kamis (14/3/2019).
Harapannya, kata Jhon, informasi yang baik dan benar dan tidak bersifat fitnah, informasi itu sumbernya jelas bisa dipertanggungjawabkan bisa tercapai dari sosialisasi dan pelatihan.
“Nah itulah kira-kira yang kita harapkan kepada kawan-kawan yang sudah kita latih itu salah satunya kita melalui pelatihan, disamping itu kita juga himbau melalui media sosial agar memberikan informasi yang dapat dipercaya dan tidak metesahkan,” tambahnya.
Lebih lanjut untuk mengantisipasi berita hoax, Kominfo Sumsel juga telah membangun web anti hoax yang disiapkan mulai dari saat Pilkada, agar tidak munculnya berita-berita hoax. Web tersebut juga berlanjut untuk kegiatan Pemilu Legeslatif dan Pilpres 2019.
“Selain itu kita bersama sama dengan Kementerian kominfo sekarang mulai turun memantau peredaran berita yang menyudutkan dan merugikan pihak tertentu,” ucapnya.
Ke depan Kominfo Sumsel akan terus mengingatkan kepada semua pihak agar bijak dalam bermain media sosial, ingat akan ada sangsi bagi yang menyebarkan berita bohong apalagi itu menyangkut nama baik seseorang. (adi)











