Aniaya Perawat RS Siloam Sriwijaya, Jason Dihukum 1,8 Tahun Penjara

Suasana sidang putusan terhadap Jason Tjakrawinata, pelaku penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya bernama Christina Ramauli S yang digelar secara virtual oleh PN Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Jason Tjakrawinata (28) pelaku penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya bernama Christina Ramauli S (28) yang sempat viral pada April 2021 silam, akhirnya dihukum satu tahun delapan bulan penjara oleh majelis hakim PN Palembang.

Putusan hakim itu dibenarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Ursula Dewi, SH dikonfirmasi, Jumat (13/8/2021).

Bacaan Lainnya

Ursula Dewi mengatakan terhadap putusan itu, terdakwa Jason yang dihadirkan secara virtual pada persidangan Kamis (12/8), menerima putusan tersebut.

“Terdakwa Jason diganjar oleh majelis hakim melanggar Pasal 351 ayat 1 dan dijatuhi pidana penjara selama satu tahun delapan bulan,” kata Ursula dalam pesan singkatnya.

Ia menjelaskan bahwa putusan yang dijatuhkan tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU, pada persidangan sebelumnya menuntut agar terdakwa dapat dijatuhi pidana penjara selama dua tahun.

“Atas putusan yang dibacakan oleh majelis hakim diketuai Edy Cahyono dalam persidangan, terdakwa Jason dan kami selaku penuntut umum terima,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan terdakwa terjadi pada bulan April 2021 silam bertempat di Kamar No.6026 Lantai 6 Rumah Sakit Siloam Palembang Jalan POM IX Komplek PSX Mall Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I Palembang.

Berawal pada saat terdakwa sedang berada di Kota Kayuagung, Kabupaten OKI. Pada saat itu terdakwa ditelepon oleh istrinya Rama Melisa binti H Irsan.

Rama Melisa memberitahu bahwa tangan anak terdakwa yang sedang opname di RS Siloam Sriwijaya berdarah usai dicabut infusnya.

Mendapat cerita tersebut terdakwa langsung berangkat ke RS Siloam Sriwijaya. Sesampainya di rumah sakit, setelah mengurus administrasi, terdakwa pun mencari keberadaan korban Christina di kamar tempat anak terdakwa dirawat, guna menanyakan bagaimana tangan anaknya bisa berdarah setelah dilepas infus oleh korban.

Belum sempat korban menjawab pertanyaan itu, terdakwa langsung emosi dengan memukul pipi kiri serta beberapa bagian tubuh korban meski korban telah meminta maaf kepada terdakwa.

Akibat perbuatan terdakwa, JPU menjelaskan korban Christina mengalami luka lebam di mata kiri, bengkak di bibir, dan sakit di bagian perut karena dipukul dan ditendang terdakwa. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.