Muaraenim, Sumselupdate.com — Dalam mengangkat potensi ekonomi kreatif, Pemerintah Kabupaten Muaraenim melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparerkraf) menggelar Rapat Persiapan dan Paparan Awal Penyusunan Profil Ekonomi Kreatif, Selasa (28/8/2023) di ruang Rapat Serasan Sekundang Muaraenim.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muaraenim, Isdrin, mengatakan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2019 Ekonomi Kreatif adalah perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia, berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi, dengan total 17 sub sektor seperti kuliner, fesyen, seni rupa, musik, dan banyak lainnya.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendata beragam jenis ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Muaraenim dan karakteristiknya,” ungkapnya.
Kemudian, ia mengatakan dengan adanya masukan dan kerjasama ekonomi kreatif akan bisa melakukan perbaikan sehingga akan menjadi referensi bagi OPD-OPD dan lebih terarah.
“Kegiatan penyusunan profil ini diharapkan dapat memberikan informasi yang mendalam tentang pelaku dan stakeholder yang terlibat dalam pengambilan keputusan antar sektor dan lintas sektor,” ujarnya.
Masih dikatakan Isdrin bahwa Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi.
“Salah satu permasalahan yang dihadapi industri ekonomi kreatif adalah partisipasi dan sinergi para pemangku kepentingan secara keseluruhan belum cukup kuat,”tuturnha.
Kemudian, ia mengatakan kegiatan pemetaan dan penyusunan data ini dilandasi pentingnya pemetaan sosial (social mapping) yang berlandaskan aspek informasi keruangan (Sistem Informasi Geografis).
“Metode yang digunakan adalah pendekatan secara partisipatif dan pendekatan secara spasial (pemetaan). Dengan terpetakannya seluruh potensi dalam komunitas ekonomi kreatif, diharapkan dapat saling berkoordinasi dan bekerjasama antar lembaga pemerintah, pelaku usaha dan institusi pendidikan dalam memajukan sektor-sektor ekonomi kreatif daerah secara bersama-sama. Hasil yang dicapai adalah masyarakat dapat mengetahui seluruh sebaran potensi daerah melalui penyusunan data profil ekraf,” pungkasnya.(dan)











