Anggota Komisi IV DPR: Sampah Akan Menjadi Ancaman Besar

Writer: - Minggu, 21 Juli 2024
Anggota Komisi IV DPR: Sampah Akan Menjadi Ancaman Besar
Anggota Komisi IV DPR: Sampah Akan Menjadi Ancaman Besar

Mamuju, Sumselupdate.com — Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, menyoroti pentingnya perhatian terhadap masalah sampah dan lingkungan saat melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Adi-Adi di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Menurut Andi Akmal, Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus memberikan penguatan kepada pemerintah pusat terkait masalah lingkungan dan sampah yang akan menjadi ancaman di masa depan jika tidak dikelola dengan baik.

Read More

“Saat rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan Menteri Keuangan, saya menyoroti masalah anggaran kementerian dan juga Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengelolaan lingkungan dan sampah yang sangat minim. Ini akan menjadi ancaman bagi kita ke depan. Sampah pasti ada di sekitar kita, kalau tidak dikelola dari sekarang, akan menjadi ancaman besar,” ujar Andi Akmal di TPA Adi-Adi, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (18/07/2024).

Dikatakan, TPA Adi-Adi hampir mencapai kapasitas penuh dan perlu diperluas atau dibangun TPA baru. “TPA Adi-Adi sudah hampir overcapacity, harus segera dibuat TPA baru atau dilakukan perluasan,” tambahnya.

DPR RI lanjut dia, memiliki fungsi legislasi untuk membuat undang-undang yang mendukung pengelolaan sampah lebih baik. Selain itu, fungsi anggaran juga terus didorong penambahan anggaran untuk lingkungan dan pengelolaan sampah, meskipun hal ini juga tergantung pada eksekutif seperti Bappenas dan Kementerian Keuangan.

Selama ini, Komisi IV DPR RI bersama mitra kerja telah memberikan banyak bantuan untuk pengelolaan sampah, termasuk mobil dum truck dan motor tiga roda.

“Kami juga memberikan bantuan untuk pengolahan limbah rumah tangga dan industri kecil rumah tangga,” jelas Andi Akmal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Mamuju Alwinuddin, mengharapkan Komisi IV DPR RI bersama Kementerian LHK, dapat membantu pengembangan TPA yang saat ini sudah mulai over kapasitas dan diperkirakan tidak dapat menampung sampah lagi dua sampai tiga tahun ke depan. Menurut Alwinuddin, luas areal TPA 10 ha, masih dimungkinkan untuk dilakukan pengembangan, sebab yang baru dimanfaatkan hanya 0,84 ha.

“Persoalannya, volume sampah yang ditampung di TPA Adi-Adi mencapai 20 hingga 30 ton per hari, dan belum terdapat sarana pengolahan lanjutan untuk mendaur ulang sampah.” kata Alwinuddin.

Andi Akmal berharap Mamuju sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang baik. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts