Anggota DPR: Masalah Papua Harus Diselesaikan Secara Komprehensif

Kamis, 21 Juli 2022
Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno .

Jakarta, Sumselupdate.com – Aksi kekerasan demi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berujung tewasnya puluhan warga di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (16/7/2022).

Insiden ini menambah daftar peristiwa kekerasan di wilayah paling timur Indonesia itu, terutama di wilayah konflik, termasuk Nduga.

Read More

Ketua MPR for Papua Yorrys Raweyai menuturkan, diduga kuat aksi KKB akhir-akhir ini terfokus pada wilayah konflik di Papua yang tidak hanya menyasar Orang Asli Papua (OAP), tapi juga masyarakat umum yang selama ini mencari nafkah sebagai pekerja maupun pemukim dengan berbagai mata pencaharian.

“Ada kesan, KKB sedang melancarkan teror dengan menyasar para penduduk yang bukan hanya OAP, tapi masyarakat umum, termasuk masyarakat pendatang yang sedang bermukim dan mencari nafkah di Papua”, ujar Yorrys dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‘KKB Papua Kembali Berulah, di mana Kehadiran Negara?,” di Media Centre DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7)

Anggota DPD RI dari Dapil Papua ini menyatakan, aksi KKB Pimpinan Egianus Kogoya sudah meresahkan dan mengancam keutuhan NKRI.

“Di tengah upaya pemerintah dan masyarakat Papua dalam membangun Papua melalui Otsus Jilid II, Egianus Kogoya dan Anggotanya, memperkeruh tatanan baru yang hendak dibangun bersama-sama,” kata Yorrys.

Dikatakan, kejadian Nduga ini bukan pertama kali. Belum lagi aksi-aksi sporadis lainnya. Atas dasar itu, Ketua Komite II DPD RI ini meminta pemerintah melalui aparat yang berwenang secara serius dan konsisten memberangus KKB hingga ke akar-akarnya.

Hal ini mendesak dilakukan dalam rangka menjaga situasi kondusif di Tanah Papua, serta menjamin agar akselerasi perubahan melalui serangkaian kebijakan sebagai turunan Otsus Jilid II dapat berlangsung dengan baik.

“Pemerintah melalui aparat yang berwenang harus mengambil langkah-langkah terukur dan terencana yang mampu mengembalikan kepercayaan publik Papua dan menjamin tatanan kehidupan yang aman dan kondusif dalam merespons teror demi teror yang dilakukan oleh KKB,” ujar Yorrys yang juga merupakan putra kelahiran Serui, Papua ini.

Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno menjelaskan, masalah Papua harus diselesaikan secara komprehensif, bukan hanya pendekatan angkat senjata.

“Hal ini perlu, usaha pemerintah bukan hanya pendekatan ekonomi tetapi kultural hingga agama. Ini perlu kita dukung agar pemerataan pembangunan akses pendidikan terus berjalan. Sehingga ada masyarakat Papua yang ready ke dunia tenaga kerja dan harus dilakukan berkesinambungan,” kata Dave.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai, masalah di Papua harus dilakukan lewat pendekatan hukum bukan semata-mata militer. Sebab, Papua dengan segala kompleksitas sosial demografinya harus mengedepankan pendekatan penanganan konflik sistematis.

“Harus diakui menyelesaikan Papua jauh lebih rumit ketimbang Aceh bahkan Timor-timor. Pendekatannya hukum, bukan militer,” beber Arsul.

Bukan kali pertama, sebelumnya pada 2018 silam, aksi kekerasan di Nduga menewaskan 17 orang pekerja Istaka Karya yang sedang membangun proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, serta puluhan orang dinyatakan hilang. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts