Ancam Sebarkan Video Tak Senonoh, Agus Terancam 5 Tahun Bui

Palembang, Sumselupdate.com – Agus Nuch alias Agus (38), warga Kompleks Kebun Bunga Palembang, terancam 5 tahun penjara atas perbuatannya mengancam menyebarkan video tak senonoh dan memeras korban MS.

Dalam petikan tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Nenny Karmila SH, Selasa (4/5/2021), perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar 368 ayat (1) KUHP tentang pemerasan dan pencemaran nama baik.

Read More

“Menuntut agar majelis hakim dapat mengadili dan menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun,” tegas Nenny bacakan tuntutan secara virtual dihadapan majelis hakim PN Palembang diketua Hotnar Simarmata SH MH.

Adapun pertimbangan memberatkan menurut JPU bahwa perbuatan terdakwa telah merugikan korban MS Rp100 juta, serta terdakwa juga tidak berterus terang mengakui perbuatannya. Sedangkan pertimbangan meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, terdakwa yang didampingi penanasihat hukum Ahmad Rizal SH dari Posbankum PN Palembang, akan melakukan upaya pembelaan atas tuntutan (pledoi) yang akan dibacakan secara tertulis pada persidangan yang akan digelar pada minggu depan.

Ditemui usai sidang, Ahmad Rizal SH mengatakan bahwa, tuntutan penuntut umum terhadap kliennya tersebut terlalu tinggi, dan akan mengajukan pledoi yang intinya akan menggunakan pembanding perkara (Yurisprudensi).

“Karena pernah saya menangani perkara yang serupa ditahun 2019 lalu, namun dituntut dibawah satu tahun, dengan kerugian korban lebih besar dari yang saat ini, itu akan kita beberkan pekan depan,” singkat Rizal.

Diketahui dalam dakwaan, perkaranya berawal dari terdakwa berkenalan dengan korban berinisil MS seorang pegawai negeri, melalui aplikasi WhatsApp, hingga pada tanggal 31Juni 2020, menerima ancaman, dengan modus akan menebar gambar tidak senonoh korban, bila korban tidak memberi terdakwa uang Rp 100 juta.

Korban sempat menawar Rp25 juta saja, tapi ditolak terdakwa. Akhirnya korban mentransfer uang dengan bertahap tiga kali, pertama 13 Juli 2020 dua kali Rp25 juta dan Rp25 juta. Kemudian 14 Juli 2020 Rp50 juta.

Setelah itu terdakwa berjanji, tidak akan menganggu, dan menghapus foto-foto tidak senonoh saksi korban MS.

Tapi nyatanya sebulan kemudian, terdakwa Agus meminta lagi uang Rp200 juta dengan korban MS, dengan alasan akan pindah ke Kalimantan dan untuk modal usaha.

Saksi korban pun merasa diperas, balik melapor ke pihak yang berwajib. Korban juga sering di SMS dan WhatsApp dengan nomor berbeda. Kendati demikian terdakwa tidak menyangkal telah menerima uang Rp100 juta, tetapi membantah meminta uang lagi Rp200 juta setelah itu. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.