PALI, Sumselupdate.com – Kendati sempat dilaunching pada Desember 2018 lalu dan sudah mengalir ke sebagian warga, namun jaringan gas (jargas) yang ada di Kabupaten PALI ternyata belum sepenuhnya bisa dinikmati warga, meskipun ampere meter gas di rumah-rumah warga sudah terpasang.
Seperti yang disampaikan oleh Wati (53), warga Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi. Ia mengeluhkan jargas di rumahnya tak kunjung mengalir. Padahal, di wilayah Talang Baru, Kelurahan Talang Ubi Barat sudah mengalir.
“Iyo pak, sudah lamo ampere ini dipasang, sudah satu lebih, warnonyo jugo sudah mulai pudar, tapi gas idak ngalir-ngalir. Tapi, di tempat lain sudah mengalir. Jangan seperti itu pak, kami minta keadilan. Jangan dibedakan kami,” ungkapnya, Selasa (20/8/2019).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten PALI Syahron Nazil mengaku bahwa sebagian warga PALI sudah menikmati, dan memang sebagian lagi belum menikmati.
“Sebagian sudah menikmati, sebagian mungkin belum, saya tidak tahu kendalanya seperti apa. Karena semuanya dari pemerintah pusat, kontraktornya dari pemerintah pusat, pengawasnya dari pusat, namun kita berharap jargas bisa segera beroperasi penuh,” jelasnya.
Atau mungkin, lanjut Sekda, beberapa waktu lalu terjadi kebakaran pipa gas oleh oknum tidak bertanggungjawab. “Apa mungkin pemerintah pusat melihat itu sebagai suatu penyebab. Saya kurang tahu, semoga kejadian itu tidak mempengaruhi proses pengaliran gas ke warga, karena memang PALI daerah penghasil migas,” tandasnya. (adj)











