Muarabeliti, Sumselupdate.com – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) dan Kabupaten Musirawas (Mura), Provinsi Sumatera Selatan semakin menarik untuk diikuti.
Sejumlah bakal calon bupati (balonbup) Muratara dan Mura mulai terang-terangan untuk bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Salah satunya Sekretaris DPD AMPI Provinsi Sumsel periode 2019-2024 yang juga Ketua Harian KONI Muratara, Safran Suprono,
Dia mendaftarkan diri menjadi balonbup Muratara melalui Partai Golkar Kabupaten Muratara untuk bertarung di pilkada serentak 2020 mendatang.
Kepada wartawan, Senin (14/10/2019), Safran Suprono mengatakan, keinginan dirinya maju sebagai balonbup Muratara tidak terlepas peran dirinya sebagai ketua Harian KONI Muatara yang dikenal sangat dekat dengan atlet dan masyarakat.
Menurut aktifis Sumsel ini, keberhasilan pembangunan daerah sesungguhnya harus dimulai dari membangun kualitas SDM.
“Hubungan dan komunikasi antara rakyat dan pemimpin merupakan hal paling mendasar. Di mana pemimpin adalah tempat masyarakat menggantungkan harapan untuk masa depan lebih baik,” katanya.
“Menjadi pemimpin itu harus mendengar suara rakyat jangan hanya pandai membuat kebijakan tapi tidak pro rakyat,” tandasnya.
Di Kabupaten Mura, proses penjaringan balonbup yang akan bertarung di Pilkada 2020 sudah mulai dilakukan.
Ketua Penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati DPC PDIP Kabupaten Musirawas (Mura), Awam Abdullah, mengatakan, sampai saat ini sudah ada sepuluh orang kandidat yang mengembalikan formulir, dari lima belas kandidat yang mengambil formilir pendaftaran di Kantor DPC PDI Perjuangan.
Dia menjelaskan, kandidat yang sudah mengambalikan formulir tersebut, yakni petahana H Hendra Gunawan, Firdaus Cekolah, Andriyanto, Bambang Suradi, Heri Purwanto. Lalu, Akmaludin, Lendri Alfikar, Zainubi, Ir Istiwan, dan dr H Victor Andriyanto.
“Seluruh nama-nama yang sudah mengembalikan formulir ini, akan direkomendasikan ke DPD PDIP Provinsi Sumsel,” jelasnya, Jumat (11/10).
Artinya siapa yang mendapat restu atau diusung pada Pilkada 2020 semuanya ada di DPD PDI Perjuangan.
Diketahui, berdasarkan hasil Pemilu 2019 lalu di Mura, PDIP merupakan satu-satunya Parpol yang bisa mengusung tanpa koalisi.
Sebab, pada Pemilu yang dilakukan pada 17 April 2019 lalu, PDIP berhasil menempatkan 8 wakilnya di parlemen.
Jumlah ini sudah 20 persen dari jumlah anggota DPRD Kabupaten Mura, karena jumlah legislator di Mura berjumlah 40 orang. Artinya, siapapun yang dapat rekomendasi dari PDIP dipastikan ikut dalam kontestasi. (yud/ain)











