Alat Pengolahan Sampah Terbengkalai, Uang Negara Terkesan Sia-sia

Minggu, 24 April 2016
TPA yang berada di kawasan Gunung Merakasa Kabupaten OKU.

Baturaja, Sumselupdate.com –Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di Kabupaten OKU dinilai kurang maksimal, apalagi alat pengolahan sampah saat ini masih terbengkalai dan belum difungsikan.  Kondisi ini uang negara yang dpergunakan membeli alat tersebut terkesan sia-sia.

“Kalau alat pengelola sampah difungsikan tentu kami mendapat pekerjaan mendaur ulang sampah untuk dijual kembali,” kata  Udin, salah seorang pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) wilayah Desa Gunung Meraksa, Minggu (24/4).

Read More

Keberadaan alat pengolahan sampah di TPA tersebut, kata Udin, sejak dibeli pada 2013 yang lalu belum pernah digunakan karena terkendala tidak memiliki peralatan mesin pendukung untuk menghidupnya.

“Aliran listrik PLN di sini juga belum ada, jadi tidak mungkin alat bisa digunakan. Kalau dimanfaatkan setidaknya kami mendapat pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.
Direktur Ekskutif Lembaga Peneliitan Pengembangan Pembangunan dan Lingkungan (LP3L) OKU, Yunizir Djakfar saat dikonfirmasi mengaku, sangat menyayangkan terbengkalainya alat pengolahan sampah yang dibeli pemerintah daerah melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat.

Menurut dosen salah satu perguruan tinggi terkemuka di Baturaja itu, sangat mendukung program BLH dalam membeli alat pengolahan sampah karena dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui hasil mendaur ulang sampah yang bisa dijual.

“Selain itu, juga dapat membantu Dinas Kebersihan Kota (DKK) OKU dalam menangani masalah sampah di wilayah itu yang saat ini semakin meningkat,” jelasnya.

Ia mengemukakan, saat perencanaan pengadaan proyek tersebut sebelumnya BLH tentu sudah direncanakan secara matang terkait plapfon penggunaan anggaran agar bisa dilaksanakan sesuai kebutuhan.

“Kalau pengadaan hanya membeli besi kerangkanya saja, harus dianggarakan lagi di tahun anggaran berikutnya. Namun, jika plafon termasuk membeli mesin pendukungnya, itu yang harus dipertanyakan kepada BLH kenapa terbengkalai sampai saat ini,” tegasnya.

Ia berharap, agar Pemkab OKU bersama DPRD setempat melakukan evaluasi dengan memanggil instansi terkait guna menanyakan penyebab salah satu aset daerah yang terbengkalai itu. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts