Laporan: Adnan Abidin
Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Massa dari Aliansi Pemuda Mahasiswa Lubuklinggau (APML) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Disperindag Kota Lubuklinggau, Jalan Gelatik, Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1, Senin (7/3/2022) pagi.
Mereka mendesak Disperindag menangani soal antrian minyak goreng (migor) disejumlah mini market yang ada di Kota Lubuklinggau. Dalam aksi unjuk rasa yang mendapat pengawalan ketat anggota Polres Kota Lubuklinggau tersebut, massa APML mendesak Disperindag mengoptimalkan Operasi Pasar (OP) migor di tengah masyarakat.
“Migor jadi kebutuhan masyarakat sangat mendesak sekarang ini, jadi kami minta optimalkan OP migor dan tindak tegas jika ada yang coba menimbun migor,” kata Kordinator Aksi APML, Ruslan.
Kepala Disperindag Kota Lubuklinggau, Surya Darma melalui Kabid Pengawasan dan Pengendalian, Ariyadi Andang mengungkapkan, dugaan kelangkaan migor bukan hanya terjadi di Kota Lubuklinggau, tapi juga terjadi didaerah lainnya.
“Sudah empat kali kami melakukan OP migor dengan total sekitar 38 ton. Bahkan Selasa nanti kami gelar OP lagi,’ ungkapnya.
Disperindag berharap masyarakat tidak Panic Buying, karena dapat menimbulkan masalah berikutnya. “Distribusi migor sekarang terhambat, karena banyak pemain (distributor) hilang. Namun kami terus berupaya yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (**)











