Aksi Demonstrasi Pedagang Pasar KM5 Nyaris Ricuh, ini Penyebabnya

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com — Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Gencar Sumsel dan para pedagang KM 5 di Depan pintu masuk New Town Coffee Jalan Kolonel H Burlian, Selasa (14/7/2020) nyaris ricuh.

Bacaan Lainnya

Kericuhan dipicuh akibat massa tidak bisa menemui manajemen resto. Karena yang keluar perwakilan operasional lainnya yang hanya menyampaikan pesan tuntutan yang disampaikan.

Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 wib tadi menuntut keadilan dari pemerintah yang sebelumnya menertibkan para pedagang pasar KM5 di halaman parkir pasar.

Aksi demonstrasi Gencar Sumsel dan Pedagang Pasar KM5

Suruh perwakilannya keluar menemui kami diluar, hadapi dulu. Gek ku ambek (mesin penghalang parkir) itu. Dak takut idak aku,”ujar Ketua Gencar Sumsel, Charma saat menyampaikan pesan kepada ke petugas Kepolisian.

Kasatpol PP Kota Palembang GA Putra Jaya mengatakan aspirasi dari para pedagang ini akan diterima dan akan ditindak lanjuti.

“Ya kita terima aspirasi dari mereka dan tentunya akan kita tindaklanjuti mengenai izin amdal lalu lintas termasuk perizinan lainnya. Ya kalau memang nantinya tidak ada izin ya sesuai SOP akan kita tutup,” kata GA Putra Jaya.

Masih dikatakannya, kedepan pihak Satpol PP akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang membuat izin mengenai bangunan tersebut.

“Harapannya kedepan tidak ada kendala dan tetap berjalan seperti semestinya,” kata GA Putra Jaya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Palembang yang terdiri dari Gencar Sumsel dan para pedagang pasar KM 5 melakukan aksi demonstrasi di depan Gardenta Resto. Aksi ini merupakan buntut dari penertiban pedagang yang berjualan di area parkir Pasar KM5.

Para pedagang dan Gencar Sumsel menuding, kemacetan yang terjadi di Jalan Kolonel Haji Burlian disebabkan oleh keberadaan rumah makan ini.

Ketua Gencar Sumsel, Charma pun menyayangkan tindakan pemerintah kota Palembang atas aturan penertiban para pedagang pasar KM 5 beberapa hari yang lalu.

“Ketika analisa dari pantauan CCTV LRT dan tempat lainnya dan sudah disebar di media sosial. Bahwa penyebab kemacetan disini yang utama bukanlah para pedagang tapi resto ini juga penyebabnya yang jelas-jelas tidak ada izin dan amdal lalulintas,”ujarnya, Selasa (14/7/2020).

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.