Ahok Berhasil Ditangkap Massa di OKU

Jumat, 4 November 2016

Baturaja, Sumselupdate.com – Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berhasil ditangkap massa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Jumat (4/11/2016).

Alhasil, mantan Bupati Belitung Timur itu diadili di pengadilan dan divonis lima tahun penjara. Umat pun murka dan menuding ada permainan jual beli hukum di pengadilan atas kasus tersebut.

Read More

Ahok kemudian diseret ke jalanan dan diadili di jalanan. Tampak hadir seorang jaksa dan hakim pengadilan rakyat. Berdasarkan keterangan saksi, barang bukti dan fakta-fakta, akhirnya hakim pengadilan rakyat memvonis Ahok dengan hukuman 1.000 tahun penjara.

Tentu saja, itu bukan pengadilan sungguhan. Penangkapan dan pengadilan Ahok itu merupakan aksi teatrikal yang diperagakan oleh massa pendemo Ahok di OKU, siang tadi. Unjuk rasa damai tersebut diikuti ratusan massa yang mengatasnamakan Pemuda Islam OKU Bersatu yang terdiri dari elemen FSLDK OKU, KAMMI AL IZZAH dan masyarakat Muslim OKU.

Aksi unjuk rasa gelombang kedua ini bertitik tolak dari STAI Baturaja usai Shalat Jumat tadi. Selanjutnya, dengan dikawal aparat kepolisian, massa melakukan konvoi di jalanan kota Baturaja. Selanjutnya, massa melakukan orasi di simpang tiga Ramayana Baturaja serta menggelar aksi teatrikal.

Koordinator lapangan, Josi Robert mengatakan, bahwa aksi unjuk rasa ini merupakan tindak lanjut dari tindakan pelecehan Al Quran oleh Ahok. Dimana tindakan itu menyisakan luka mendalam di hati umat Islam. Karenanya pada kesempatan itu pihaknya mengharapkan agar kasus ini segera diproses.

Unjuk rasa ini menurut dia diikuti sekitar 150 massa dari berbagai elemen di atas, termasuk siswa-siswi sekolah menengah atas. Mengenai aksi teatrikal sengaja dilakukan agar proses hukum terhadap Ahok dipercepat.

“Hal yang harus dilakukan negara memang segera mengadili Ahok. Sehingga tidak ada lagi kerusuhan. Karena sesungguhnya yang membuat negara ini gaduh dan kacau seperti ini lantaran Ahok,” tuturnya.

Usai berorasi dan menghela teatrikal di jalanan, massa kemudian berangkat menuju Mapolres OKU. Tampak para aparat kepolisian berjaga di pintu masuk Mapolres. Sama dengan aksi yang dilakukan di jalanan, massa juga secara bergiliran menyampaikan orasi dan kembali menggelar teatrikal penangkapan dan pengadilan Ahok.

Massa juga menyampaikan pernyataan sikap di hadapan Kapolres AKBP Leo Andi Gunawan dan tak ketinggalan menyerahkan sebilah keris kepada Kapolres, sebagai simbol bahwa umat Islam mendukung upaya proses hukum terhadap Ahok. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts