Laporan: Henny Primasari
Inderalaya, Sumselupdate.com – Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Ogan Ilir Addinul Ikhsan mengaku sejak lama DPD Partai Demokrat Sumsel ingin menggantinya, tepatnya sejak Pilkada Desember tahun lalu.
Addinul Ikhsan mengaku tak hadir pada Kongres Luar Biasa (KLB) versi Moeldoko di Sumatera Utara (Sumut).
“Saya tidak sakit hati, hanya menyayangkan sampai saya diganti. Sekarang jadi ketuanya Handry Pratama Putra. Mungkin baru kali ini terlaksana dengan adanya KLB. Ya biasa sajalah, Kalau memang mereka mengganti saya, tidak masalah,” cetus Addinul, Selasa (9/3/2021).
Kendati demikian menurut Addinul, DPD Partai Demokrat tidak berhak menerbitkan SK. Yang berhak menerbitkan SK itu DPP, sebab DPD hanya berhak mengusulkan.
“Kalau memang bisa membuktikan (saya hadir di KLB di Sumut) ya tidak apa-apa,” kata Adinul.
Ia mengaku memang tidak harmonis dengan DPD Partai Demokrat. Salah satu indikasinya menurut Adinul, dirinya tidak diajak untuk bicara mengenai pengusungan Pilkada.
“Sudah tiga kali sebenarnya saya mau di Plt-kan sejak pilkada dulu. Saya itu tidak pernah diajak berbicara soal dukungan padahal saya ketua partai. Ya gimana jadinya secara partai tentunya Panca-Ardani saya dukung,” ujarnya.
Menurut dia, proses pergantuan pucuk pimpinan di Partai Demokrat Ogan Ilir tidak masalah. Terlebih lagi, selama ini Addinul merasa selalu dianggap salah oleh DPD Partai Demokrat.
“Ya sekalian saja ada KLB, Sebetulnya saya versi tengah-tengah. Tapi karena mereka sudah tidak lagi menginginkan kehadiran saya, jadi saya ikut yang ada aja. Yang jelas saya masih menjadi kader Partai Demokrat,” ungkapnya.
“Emangnya Demokrat milik mereka? Ini bukan milik perorangan. Saya tidak pernah sakit hati terhadap siapapun. Namun, saya merasa hak-hak Ketua DPC diamputasi untuk diajak bicara. Ini yang saya tidak suka,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Ketua DPC Demokrat Ogan Ilir Handry Pratama Putra mengatakan dirinya diamanatkan DPP Partai Demokrat untuk menjadi Plt Ketua Demokrat Ogan Ilir pada Kamis (4/3).
Namun Tama yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini tidak paham alasan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memberikan amanah pada dirinya.
“Alasanya kenapa, silahkan tanya ke DPP yang jelas tidak ada tempat untuk pecundang di Partai Demokrat,” tegasnya.
Lebih lanjut Tama menambahkan DPC Partai Demokrat Ogan Ilir saat ini tegak lurus dan patuh kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat AHY. Sekaligus menolak Kongres Luar Biasa (KLB) yang inkonstitusional di Hotel The Hill and Resort, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021) lalu.
“Kami keluarga besar Partai Demokrat Ogan Ilir setia kepada ketua umum yang sah Mas AHY, kami berada di jalan yang benar dan kebenaran akan menemukan jalannya,” jelas Ketua Umum DPD KNPI Kota Palembang ini.
Menurutnya, jika ada yang membawa nama Partai Demokrat Ogan Ilir di luar sana dan terbukti akan dibawa ke ranah hukum.
“Saya masih di Jakarta saat ini dan secepatnya akan melakukan konsolidasi kebawah sampai ke akar rumput Partai Demokrat Ogan Ilir,” ujarnya
Tama menegaskan bahwa kekuasaan dirinya tidak punya, uang juga tidak punya.
“Tapi kita punya tapi marwah diri yang tertanam pada jiwa pemuda-pemuda Partai Demokrat akan menumbangkan syahwat syahwat kekuasan yang membabi buta pada saat ini. Kepada kader Demokrat di Ogan Ilir agar tetap bersatu tetap solid jangan terpecah belah, yakinlah kita berada dijalan yang benar. Yang jelas tidak ada tempat pecundang dan penghianat di Demokrat,” tegasnya. (**)











