Mexico, Sumselupdate.com – Kampanye yang menggunakan instrumen bangku menyerupai penis dan dada hadir di metro Mexico City, dinilai tak pantas, tidak nyaman, merendahkan dan memalukan.
Kursi di komuter itu memang dirancang untuk mengkampanyekan soal pelecehan seksual yang dialami oleh penumpang perempuan.
“Memang tidak nyaman duduk di sini, tapi ini tidak ada apa-apanya dibanding kekerasan seksual yang dialami perempuan dalam perjalanan mereka setiap harinya,” demikian bunyi penjelasan di samping kursi khusus pria itu, seperti dilansir dari BBC.
Bangku ini memang tidak permanen, dan ini merupakan bagian dari kampanye #NoEsDeHombres yang bertujuan menyoroti pelecehan seksual di angkutan umum.
Meski demikian, keberadaan bangku ini telah mendapat tanggapan beragam.
Diketahui, video kampanye tersebut sudah ditonton lebih dari 700.000 kali dalam 10 hari terakhir. Ada beberapa orang yang memuji ide tersebut. Namun, tak sedikit yang menyebut kampanye ini ‘seksis’ dan tidak adil bagi pria.
Gendes adalah organisasi masyarakat sipil di Meksiko yang fokusnya adalah bekerja dengan pria untuk mempromosikan persamaan hak dan melawan pelecehan seksual, yang merupakan masalah besar di negara itu.
Rene Lopez Perez, sebagai kepala program riset, memuji kampanye ini karena telah membahas suatu isu penting dan menjadi perdebatan di masyarakat. Namun, dia juga menegaskan pentingnya agar tidak melihat semua pria sebagai pelaku kekerasan.
“Penting untuk tidak menstigma semua pria berperilaku jahat dan berpotensi menyerang perempuan,” katanya.
Holly Kearl, pendiri situs AS Stop Street Harassment, mengatakan bahwa ada hal yang menarik dengan mengalihkan fokus dari perempuan. Dia mencatat, selama ini beban perubahan sering diletakkan pada perempuan.
“Seringnya, inisiatif seputar keamanan perempuan berfokus pada apa yang harus atau tidak boleh dilakukan perempuan, maka ini hal yang positif, ada kampanye kreatif yang ditujukan untuk pria,” katanya.
Angkutan umum di ibu kota Meksiko sudah sejak lama punya reputasi buruk dalam soal keamanan perempuan. Hasil polling YouGov (2014) terkait pelecehan di angkutan umum di seluruh dunia menunjukkan bahwa Metro di Mexico City mendapat nilai terburuk soal kekerasan verbal dan fisik.
Sementara itu, seorang pengguna metro, Ninde, mengatakan ingin melihat ada hal yang lebih besar yang dilakukan untuk meningkatkan layanan metro terhadap perempuan. Namun, kampanye ‘bangku penis’ ini dikhawatirkan tidak akan membantu.
“Ini seperti membuat pelecehan seksual jadi hal konyol. Serangan seksual yang sebenarnya tidak seperti ini,” katanya.
“Saya sedikit marah karena tidak ada aksi nyata untuk mengatasi masalah ini,” tukasnya. (shn)











