Yogyakarta, Sumselupdate.com – Kresna Wahyu Nurachmad (15), siswa SMA Taruna Nusantara, ditemukan tewas bersimbah darah di baraknya di Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (31/3) lalu.
Keponakan mantan Wakil Gubernur Akademi Militer (Akmil) Magelang, Brigjen Dudung Abdurachman yang menjabat hingga Maret 2016 ini pertama kali ditemukan tewas oleh pengasuh saat hendak membangunkan salat subuh.
Kepolisian Daerah Jawa Tengah terus menyelidiki kematian Kresna dengan memeriksa sedikitnya 16 saksi. Kresna yang selama hidup dikenal pendiam kemudian jenazah diautopsi di RS Tidar, Magelang.
Hasil autopsi memastikan Kresna tewas dibunuh. “Bahwa benar, korban dibunuh,” ujar Kapolres Kabupaten Magelang AKBP Hindarsono, Jumat (31/3).
Polisi mengamankan barang bukti pisau dan pakaian yang dibuang di tempat sampah saat melakukan olah TKP. Diduga pisau tersebut merupakan alat untuk membunuh Kresna.
Kurang dari 24 jam, tim Jatanras Dit Reskrimum Polda Jawa Tengah menemukan titik terang siapa pembunuh Kresna. Selanjutnya, Polisi menetapkan AMR (16), yang juga rekan sekolah Kresna, sebagai tersangka.
“Kami menyebut seperti itu (anak tersangka) karena masih anak-anak, yakni pelaku atau anak tersangka, karena sesuai undang-undang,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono, Sabtu (1/4).
Menurut Condro, AMR telah merencanakan pembunuhan itu. AMR pun dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang perlindungan Anka juncto Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.
Condro mengungkapkan, motif AMR membunuh Kresna lantaran sakit hati. Di mana Kresna pernah memergoki dan melaporkan AMR karena mencuri buku tabungan milik salah satu siswa.
Polisi juga menyebut handphone AMR pernah dipinjam Kresna, tapi terkena sweeping. Padahal siswa kelas X tidak boleh membawa handphone.
“Pelaku sakit hati. Pelaku meminta korban mengurus pelaku, tapi tidak mau. Motifnya dendam atau sakit hati,” ujar Condro, seperti dikutip dari detik.com.
AMR yang saat membunuh Kresna menggunakan pakaian dinas harian, sempat berganti pakaian dan lanjut tidur. Polisi juga mencium upaya AMR untuk menghapus jejak dengan merendam baju dinasnya di kamar mandi.
Sedangkan, pisau yang digunakan untuk membunuh Kresna dilap menggunakan baju rekannya yang sempat membuat polisi mencurigai adanya pelaku lain.
Saat merencanakan aksinya, AMR membeli pisau di swalayan dengan alasan untuk prakarya. Pada Jumat (31/3) dini hari, dia melancarkan aksinya. Saat ini AMR telah ditahan pihak kepolisian. AMR juga telah dikeluarkan pihak sekolah.
Sementara itu Kresna telah dimakamkan di TPU Giriloyo, Magelang, Jawa Tengah. Prosesi pemakaman dihadiri para keluarga, kerabat, guru dan siswa-siswa dari SMA Taruna Nusantara. (pto)











