Jakarta, Sumselupdate.com – Hampir setahun, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik lima pimpinan KPK jilid IV. Setahun merupakan usia yang masih muda bagi kelimanya mengemban tanggung jawab dalam pemberantasan korupsi.
Namun, upaya pencegahan yang digaungkan belum membuahkan hasil. Ini tercermin dengan jumlah operasi tangkap tangan KPK selama setahun terakhir.
Seperti diriilis liputan6.com, ada 15 kali Operasi Tangkap Tangan KPK dalam setahun ini. Mereka mencokok mulai dari pengusaha, penegak hukum, anggota dewan, sampai kepala daerah. Para terduga ditangkap karena tertangkap ‘basah’ melakukan transaksi yang mayoritasnya adalah suap.
Salah satu Pimpinan KPK, Saut Situmorang, tak memungkiri pencegahan yang dilakukan KPK bisa dikatakan gagal. Jika, lanjut dia, nilai-nilai yang diusung para penyelenggara negara masih bernuansa transaksional, konflik kepentingan, favoritism (pilih kasih), dan mengutamakan kelompok.
“Kalau begitu yang terjadi, ke depan KPK bisa jadi dinilai gagal mencegah, walau berhasil nindak,” kata Saut ketika berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Kamis 8 Desember 2016.
Berikut ini 15 OTT KPK dalam setahun terakhir, suap proyek jalan di Maluku, suap pejabat Mahkamah Agung, suap Kejati DKI Jakarta, raperda reklamasi teluk Jakarta, suap Bupati Subang, suap Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Kemudian suap hakim tipikor Bengkulu, suap vonis ringan Saiful Jamil, suap anggo komisi III DPR I Putu sudiartana, su panitera PN Jakpus, ijon proyek Disdik Banyuasin.
Selanjutnya suap DPD Irman Gusman, suap ijon proyek Kabupaten Kebumen, suap 86 tunggakan wajib pajak dan suap ijon proyek Pasar Cimahi. (pto)











