Jakarta, Sumselupdate.com – Parade Bhineka Tunggal Ika telah selesai digelar di kawasan Silang Monas dan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016) kemarin. Pasca aksi simpatik itu terjadi kehebohan, publik menyayangkan dan mengecam klaim soal jumlah peserta yang direpresentasikan melalui foto ‘palsu’ peserta aksi unggahan akun twitter politisi PDI Perjuangan, Eva K Sundari.
Tak pelak, media sosial pun langsung ramai merespon unggahan foto tersebut. Terlebih aksi ini sempat dikaitan sebagai aksi ‘tandingan’ dari aksi damai 4 November lalu yang mendesak penangkapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena dianggap telah melakukan penistaan agama.
Diketahui, Eva K Sundari, politikus kondang PDI Perjuangan, melalui akun twitter @evndari menulis, “Jakarta milik bersama, aneka warna, bhineka tunggal ika #jktke2ja.”
Lantas yang membuat cuitan Eva menjadi ramai, ia juga memajang foto kawasan Bundaran HI yang dipenuhi dan disesaki oleh orang yang menggunakan baju merah. Netter pun menyayangkan penggunaan foto yang sebenarnya bukan foto parade Bhineka Tunggal Ika tersebut.
“@avndari mbak, asal tahu itu bukan foto #IndonesiaBhineka tetapi kampanye Jokowi 2014. Parade ga lewat Bundaran HI,” tweet akun @Mentimoen.
Namun, ada juga yang menyebut juga bahwa foto itu merupakan kampanye PDIP pada tahun 1999.
“Mau tanya sama @akangkita @evndari @yudissejahtera @alvinyudistira @Imam malik3 @Boengparno Ada gak lagu yang judulnya “ketahuan bohong?.” tweet dari akun @rahimkey89.
Entah kenapa, tak berapa lama pasca ramai tweetan yang menanggapinya, saat kembali dilacak pada akun @evndari, tweet dan foto itu sudah dihapus.
Sementara itu, Eva sendiri mengakui telah mem-posting foto tersebut dan telah menghapusnya.
“Betul, aku diminta ngeblast. Kulakukan. Aku sedang tidak di Jakarta. Lalu anak-anak ramai, ternyata pemilu PDIP, lalu ku hapus,” kata Sundari seperti dilansir VIVA.co.id.
Pengakuan Sundari ini pun tak urung mengundang komentar publik. Berikut beberapa komentar pembaca yang dimuat di wall berita ‘Sebarkan Foto ‘Palsu’ Parade Kebhinekaan, Ini Jawaban Eva’, pada laman VIVA.co.id, Minggu (20/11/ 2016).
“PENIPUAN,,,biarpun politisi harus di proses hukum karena pembodohan publik”, kata Ade Firdaus.
“TAK BOLEH KITA SUKA MENGADA ADA GAMBAR PERISTIWA APAPUN…!!!”, tegas Muhammad Makhfudz.
SUASANA SEDIKIT AGAK TENANG E TERNYATA ADA AJA YANG MULAI ! COBALAH HIDUP INI DENGAN DAMAI,” sesal Suharjo SE. (shn)











