“Tentunya semua ini perlu komitmen dan kerja keras karena kami menargetkan semua desa SBAS menjelang tahun 2017,” terang Camat Peninjauan, Feri Iswan, Kamis (17/11/2016).
Oleh karena itu, kata Feri, pihaknya terus menggiatkan SBAS dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat tentu dengan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dicanangkan Dinas Kesehatan
“Kita siap dukung dan mensukseskan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Puskesmas, bidan desa dan perangkat desa dan BPD bersinergi memenuhi target secara bertahap, sehingga ke depannya di wilayah Kecamatan Peninjauan semua masyarakat memiliki kesadaran pola hidup bersih dan sehat,” terangnya.
Seperti diketahui salah satu desa di Kecamatan Peninjauan yakni Desa Kedondong berhasil meraih penghargaan sebagai desa yang telah melaksanakan program itu dan berhak mendapat rewad dari Dinkes OKU pada HKN kemarin.
“Nanti empat desa akan menyusul Durian, Lubuk rukam, Penilikan/sp4 dan Makartitama/sp5,” ujarnya.
Terpisah, Suharmasto Kadinkes OKU mengatakan, pihaknya mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) untuk dapat menganggarkan pembuatan jamban umum, melalui Dana Desa, yang nantinya bakal diterapkan di setiap desa.
“Kalau mau mengandalkan dana dari Dinas Kesehatan, program ini tidak akan terlaksana sesuai harapan. Di Kabupaten OKU ini, ada 143 desa yang mendapat bantuan Dana Desa. Dengan menggunakan dana tersebut, nantinya setiap desa akan memiliki jamban umum,” harapnya.
Dilanjutkannya, tujuan utama pihaknya mendeklarasikan gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan ini, adalah untuk mengajak masyarakat membudayakan kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Dalam hal ini, akan kita mulai dari warga pribumi. Karena kita ketahui, warga pribumi inilah yang agak sulit diajak membudayakan hidup bersih. Setelah itu, barulah desa-desa yang dihuni oleh pendatang, seperti daerah Batumarta. Pendatang kan penurut,” sindirnya.
Tahun 2016 ini terdapat 4 desa yang menjadi sasaran gerakan ini, yaitu Desa Tanjung Karangan di Kecamatan Baturaja Barat, Desa Batumarta II di Kecamatan Lubuk Raja, Desa Kedondong di Kecamatan Peninjauan, dan Kelurahan Baturaja Permai Kecamatan Baturaja Timur, sedangkan di tahun 2015 yang lalu, baru dua desa yang menjadi target gerakan serupa. (Yan)











