Brussel, Sumselupdate.com – Gelombang ancaman bom yang menyasar sejumlah pesawat penumpang di Eropa memicu gangguan penerbangan di berbagai negara pada Kamis (5/11/2026).
Sejumlah pesawat terpaksa dialihkan ke bandara lain, bahkan mendapat pengawalan jet tempur militer sebelum mendarat. Meski demikian, seluruh penerbangan yang dilaporkan terdampak berhasil mendarat dengan selamat.
Tiga penerbangan maskapai Ryanair dari Kopenhagen, Madrid, dan London menuju Sofia, ibu kota Bulgaria, menerima ancaman bom sebelum mendarat dengan selamat.
Dikutip dari laporan media Bulgaria, pemeriksaan keamanan terhadap ketiga pesawat tersebut tidak menemukan benda berbahaya. Investigasi masih berlangsung dan sejumlah bandara terdampak meningkatkan langkah-langkah pengamanan.
Insiden serupa juga terjadi pada penerbangan LOT Polish Airlines dari Warsawa menuju Brussel. Pesawat tersebut berhasil mendarat dengan selamat di Bandar Udara Brussel setelah muncul laporan mencurigakan.
Sementara itu, penerbangan LOT dengan nomor LO331 tujuan Paris dihentikan ketika sedang bergerak di area Bandar Udara Chopin Warsawa.
Menurut laporan stasiun televisi Polandia TVN24, pemeriksaan tidak menemukan benda berbahaya. Pihak maskapai menyatakan penerbangan tersebut akan dilanjutkan menggunakan pesawat pengganti.
Pada hari yang sama, tiga penerbangan penumpang yang berangkat dari atau menuju Italia juga dilaporkan menerima ancaman bom. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah pesawat dialihkan atau mendapat pengawalan militer.
Kantor berita Italia ANSA melaporkan, pesawat Airbus A320 milik Aer Lingus yang terbang dari Dublin menuju Roma dialihkan ke pangkalan udara Prancis di Evreux.
Pesawat tersebut kemudian mendapat pengawalan jet tempur Rafale milik Angkatan Udara Prancis.
Sebanyak 151 penumpang dan enam awak pesawat dilaporkan selamat. Tim penjinak bom disiapkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pesawat tersebut.
Ancaman juga berdampak pada penerbangan Airbus A321 milik maskapai Wizz Air dari Milan menuju Warsawa. Pesawat tersebut dialihkan ke Wina, Austria, setelah adanya surel berisi ancaman yang tidak terperinci.
Surat kabar Austria Kronen Zeitung melaporkan, seluruh penumpang dimintai keterangan satu per satu dan bagasi mereka diperiksa. Pemeriksaan keamanan sempat memicu antrean panjang di sejumlah titik, meskipun prosesnya berlangsung relatif cepat.
Sementara itu, penerbangan Finnair dari Helsinki menuju Roma mendapat pengawalan jet tempur Angkatan Udara Italia.
Penerbangan lainnya dari Helsinki menuju Wina yang dioperasikan Jettime atas nama Finnair juga menerima ancaman. Namun, pesawat tersebut tetap mendarat sesuai jadwal.
Di Republik Ceko, kepolisian bekerja sama dengan pengelola Bandar Udara Praha untuk mempersiapkan pendaratan empat pesawat setelah menerima ancaman bom yang menyebut adanya dugaan perangkat peledak di dalam pesawat.
Melalui unggahan di media sosial X, kepolisian Ceko menyatakan tingkat kredibilitas ancaman tersebut dinilai rendah.
Kantor berita Ceko CTK kemudian mengutip keterangan juru bicara kepolisian yang memastikan tidak ditemukan bahan peledak di dalam keempat pesawat tersebut.
Ancaman bom terhadap penerbangan di Eropa ternyata bukan kali pertama terjadi dalam pekan ini.
Media Bulgaria sebelumnya melaporkan sejumlah penerbangan telah menerima ancaman serupa sejak awal pekan, termasuk dua penerbangan menuju Sofia pada Selasa (3/11/2026).
Hasil pemeriksaan terhadap penerbangan-penerbangan tersebut juga memastikan tidak ditemukan bahan peledak dan seluruh ancaman dinyatakan palsu.
Meski sejauh ini tidak ditemukan benda berbahaya, rangkaian ancaman tersebut membuat otoritas penerbangan dan keamanan di sejumlah negara Eropa meningkatkan kewaspadaan.
(**)







