Palembang, Sumselupdate.com – Kondisi udara di Kota Palembang pada Senin (26/10/2026) malam terlihat lebih cerah dan segar setelah hujan. Namun, kualitas udara berdasarkan pemantauan IQAir masih berada dalam kategori tidak sehat sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
Berdasarkan pantauan IQAir pukul 20.00 WIB, lima titik pemantauan kualitas udara di Palembang mencatat angka indeks kualitas udara (AQI) yang masih tergolong tidak sehat.
Di kawasan Sukarami, angka AQI tercatat 182. Sementara itu, Demang Lebar Daun berada di angka 163, Universitas Sriwijaya 169, Musi 2 sebesar 162, dan GP Palembang mencapai 170.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun kondisi langit terlihat lebih cerah, masyarakat tetap perlu memperhatikan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
IQAir menggunakan indeks AQI untuk menggambarkan tingkat pencemaran udara. Pada skala AQI Amerika Serikat yang digunakan dalam pemantauan tersebut, angka 151–200 masuk kategori tidak sehat. <Link url=”https://www.iqair.com/id/air-quality/indonesia/south-sumatra/palembang” title=”Data kualitas udara IQAir Palembang”/>.
Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi atau situs IQAir, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Sekolah di Palembang Masih Perlu Waspada
Sementara itu, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada 27 hingga 31 Oktober 2026 masih menjadi perhatian di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik.
Dengan kualitas udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat, penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan serta kesehatan peserta didik.
Sejumlah sekolah di Palembang dijadwalkan memulai kegiatan belajar pukul 08.00 WIB. Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Nomor 33 Tahun 2026 sebagaimana disebutkan dalam informasi yang menjadi acuan pelaksanaan pembelajaran.
Sekolah dan orang tua diimbau tetap memperhatikan kondisi kesehatan anak, terutama jika kualitas udara kembali memburuk. Penggunaan masker yang sesuai, pembatasan aktivitas fisik di luar ruangan, serta pemantauan informasi kualitas udara menjadi langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian karena paparan polusi udara dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat
Di sisi lain, potensi hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi lingkungan. Namun, perubahan cuaca juga perlu diwaspadai karena hujan sedang hingga lebat dapat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah Kota Palembang yang masuk dalam daftar potensi terdampak meliputi Ilir Barat I, Ilir Barat II, Ilir Timur I, Ilir Timur II, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Sukarami, Sako, Kemuning, Kalidoni, Bukit Kecil, Gandus, Kertapati, Plaju, Alang-Alang Lebar, dan Sematang Borang.
Potensi cuaca tersebut juga mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten OKU, OKI, Muaraenim, Lahat, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKU Selatan, Ogan Ilir, Empat Lawang, dan Musi Rawas Utara.
Selain itu, Kota Pagaralam dan Kota Lubuklinggau juga berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan genangan, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat cuaca buruk. Warga juga disarankan menghindari berteduh di bawah pohon ketika terjadi petir dan membatasi kegiatan di luar ruangan saat cuaca memburuk.
Hujan yang turun di Palembang diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, perbaikan kondisi udara perlu dipastikan melalui pemantauan data, bukan hanya berdasarkan kondisi langit yang terlihat cerah.
Masyarakat diimbau tetap mengikuti pembaruan informasi kualitas udara melalui IQAir dan informasi prakiraan cuaca resmi BMKG, serta menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan dan kesehatan.
(**)







