Palembang Mulai Cerah, Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Masih Tidak Sehat hingga Bahaya

Writer: - Sabtu, 24 Oktober 2026
Awan menyelimuti langit Kota Palembang pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Meski cuaca tampak cerah di sejumlah titik, masyarakat diimbau tetap memantau kualitas udara karena tingkat pencemaran masih tinggi di beberapa wilayah. (Foto: Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Langit Kota Palembang tampak cerah pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Namun, kualitas udara di sejumlah wilayah masih menunjukkan tingkat pencemaran yang tinggi berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir pukul 05.00 WIB.

Data IQAir menunjukkan, kawasan Musi 2 mencatat indeks kualitas udara (AQI) 738, sedangkan Universitas Sriwijaya mencapai 350. Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang sangat buruk dan perlu diwaspadai masyarakat.

Read More

Sementara itu, kualitas udara di Demang Lebar Daun tercatat pada angka 296 dan Sukarami 258. Kedua wilayah tersebut masih berada dalam kategori sangat tidak sehat berdasarkan skala AQI yang digunakan.

Adapun kawasan Talang Betutu juga menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 sebesar 11,61. Angka ini merupakan konsentrasi PM2.5, bukan indeks AQI, sehingga perlu dibedakan dalam membaca data kualitas udara.

Perbedaan kondisi antarlokasi tersebut menunjukkan bahwa langit yang tampak cerah tidak selalu berarti kualitas udara sudah aman untuk aktivitas masyarakat.

Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi IQAir karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu, terutama ketika arah angin dan kondisi atmosfer mengalami perubahan.

Modifikasi Cuaca Bantu Perbaikan Kualitas Udara

Sebelumnya, kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah Sumatera Selatan dilaporkan menunjukkan perbaikan setelah operasi modifikasi cuaca pada 19 Oktober 2026.

Budi menjelaskan bahwa penurunan kepekatan partikulat terjadi antara lain karena sebagian partikel terdispersi secara vertikal ke atmosfer sehingga konsentrasi PM2.5 menurun.

“Ini juga kemudian partikulat-partikulatnya kan seperti tadi saya sampaikan menjadi membaik begitu ya karena kepekatannya berkurang sehubungan dengan sebagian ada yang terdispersi secara vertikal ke atas. Sehingga indeks PM 2,5-nya pun kemudian menjadi turun,” ujar Budi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca tidak serta-merta menghilangkan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut dia, hujan menjadi salah satu cara efektif membantu mengurangi asap di udara. Upaya tersebut perlu disertai pemadaman kebakaran dari darat dan penggunaan helikopter untuk melakukan pengeboman air atau water bombing.

“Karena asap hilang ini salah satu cara yang paling efektif adalah dengan siraman hujan di samping juga upaya kawan-kawan yang melakukan pemadaman dari darat,” ujarnya.

Warga Diminta Tetap Waspada

Masyarakat Palembang diimbau tidak hanya berpatokan pada kondisi langit yang terlihat cerah, tetapi juga memperhatikan data kualitas udara terbaru.

Ketika indeks pencemaran meningkat, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan.

Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus juga dapat dipertimbangkan ketika harus beraktivitas di luar rumah saat polusi tinggi.

Pemantauan berkala diperlukan karena kondisi kualitas udara dapat berbeda antara satu kawasan dan kawasan lainnya. Data IQAir pukul 05.00 WIB tersebut merupakan gambaran pada waktu pengukuran dan bukan jaminan kondisi udara akan tetap sama sepanjang hari.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts