Indralaya, Sumselupdate.com – Sebanyak 20 ibu rumah tangga di Desa Tanjung Dayang Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mendapat pelatihan strategi promosi berbasis digital nudging untuk mengembangkan potensi usaha lokal.
Pelatihan Strategi Promosi Berbasis Digital Nudging bagi Usaha Pemula tersebut digelar Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui tim pengabdian kepada masyarakat pada Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Unsri menghadirkan kontribusi langsung bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan hasil riset perguruan tinggi.
Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Dr Iisnawati, SE, MSi yang merupakan dosen Manajemen Fakultas Ekonomi Unsri dengan kepakaran di bidang pemasaran, mengatakan pelatihan diarahkan untuk membantu peserta mengenali potensi diri dan lingkungan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Selain pengenalan kewirausahaan, peserta mendapat materi mengenai identifikasi potensi usaha, pemasaran digital, serta strategi promosi menggunakan pendekatan digital nudging.

Pendekatan tersebut diperkenalkan sebagai strategi untuk membantu pelaku usaha pemula menyusun komunikasi pemasaran yang lebih informatif, persuasif, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan sejumlah penerapan digital nudging, seperti pesan pengingat, informasi ketersediaan produk, call to action, hingga social proof yang bersumber dari pengalaman pelanggan secara nyata.
Konsep tersebut merujuk pada Nudge Theory yang dikembangkan Richard H. Thaler dan Cass R. Sunstein, yakni bagaimana penyajian pilihan dan informasi dapat membantu mendorong seseorang mengambil keputusan tanpa paksaan.
Dalam konteks pemasaran digital, pendekatan tersebut dapat diterapkan melalui penyusunan pesan promosi yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan calon pelanggan.
Pelatihan juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan konsumen dalam transaksi digital. Peserta diarahkan untuk menyampaikan informasi produk secara jelas, memberikan respons yang baik kepada calon pelanggan, serta menggunakan testimoni secara jujur.

Menurut tim pengabdian, strategi pemasaran digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga bagaimana pelaku usaha memahami perilaku konsumen dan membangun komunikasi yang dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang positif.
Selain strategi pemasaran, peserta juga didorong mengidentifikasi keterampilan, minat, dan sumber daya yang dimiliki sebagai modal awal merintis usaha.
Dengan pendekatan tersebut, pelatihan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan dan kesiapan mengelola usaha secara bertahap.
Tim PkM Unsri terdiri atas dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UNSRI, yakni Dr. Iisnawati, SE, MSi. sebagai ketua, bersama Prof Dr Sulastri, ME, MKom, Dr Dessy Yunita, SE, MM, MBA, Dr Ana Yanovi, SE, MAP, MM, Dr Yomeini Margareth Sagala, SSos, MM, dan Dr Zakaria Wahab, MBA.
Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Unsri. Keterlibatan mahasiswa diharapkan menjadi ruang bagi mereka untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk memperluas kontribusi di luar bidang pendidikan dan penelitian, khususnya melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Melalui pelatihan tersebut, Unsri berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Program itu juga diharapkan menjadi langkah awal bagi ibu rumah tangga di Desa Tanjung Dayang Selatan untuk mengembangkan potensi lokal menjadi usaha produktif, memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital.
(**)







