Baturaja, Sumselupdate.com – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), melakukan uji screening bagi ratusan warga binaan penghuni rutan setempat untuk mencegah penyebaran penyakit HIV di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Fitri Yady, Jumat (18/9) mengatakan bahwa uji skrining masal ini berfokus pada deteksi dini Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Dia menjelaskan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan agar mendapat akses pelayanan medis yang berkualitas selama menjalani masa pidana.
”Kami menyadari bahwa lingkungan pemasyarakatan memiliki risiko penularan HIV yang cukup signifikan,” katanya.
Oleh karena itu, deteksi sejak dini menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas kesehatan lingkungan agar tetap kondusif, aman, dan bebas dari wabah penyakit yang membahayakan jiwa.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Rutan Baturaja tersebut diikuti sebanyak 150 orang warga binaan dari berbagai blok hunian.
Baca juga: Ramai Kasus HIV di Sidoarjo, Ini Penjelasan Resmi Kemenkes
Prosedur medis dilakukan dengan memanfaatkan perangkat rapid test khusus yang bekerja secara efektif dalam mendeteksi keberadaan antigen HIV melalui sampel darah warga binaan.
Pemilihan metode pemeriksaan ini dinilai sangat tepat karena mampu memberikan hasil yang akurat dalam waktu yang relatif singkat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Sekarjaya, seluruh sampel darah warga binaan yang diperiksa secara menyeluruh menunjukkan hasil negatif HIV.
”Jika pun ditemukan indikasi atau kasus positif, tim medis akan segera melakukan tindakan pengobatan melalui pemberian Antiretroviral (ARV) secara tepat,” tegasnya.
Baca juga: Kamboja Berhasil Capai Target HIV 95-95-95, Selangkah Lagi Menuju Eliminasi AIDS 2030
Penanganan cepat ini dilakukan agar kondisi kesehatan pasien tetap stabil dan tidak berkembang menjadi stadium yang lebih berat, sekaligus mencegah penularan kepada warga binaan lainnya.
”Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran penyakit menular di dalam hunian yang memiliki tingkat kepadatan tinggi,” harapnya. (**)











