UMKM Pagaralam Ingin Naik Kelas? Ini yang Perlu Disiapkan Pelaku Usaha  

Writer: - Kamis, 17 September 2026
BRI Pagaralam merayakan HUT ke-130 tahun pada 16 Desember 2025 dengan kesederhanaan, di mana sarat makna, mencerminkan rasa syukur, kebersamaan, serta kepedulian sosial yang terus dijaga, termasuk oleh BRI Branch Office Pagaralam. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Pagaralam, Sumselupdate.com – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Pagaralam menghadapi peluang sekaligus tantangan untuk mengembangkan usahanya di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat dan semakin luasnya penggunaan teknologi digital.

Bagi pelaku UMKM, meningkatkan skala usaha bukan hanya soal menambah modal. Pengelolaan keuangan, legalitas usaha, kemampuan menerima pembayaran digital, pemasaran, hingga konsistensi pencatatan transaksi menjadi bagian penting agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Read More

Salah satu hal mendasar yang perlu diperhatikan pelaku UMKM adalah memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu pemilik usaha mengetahui kondisi bisnis secara lebih jelas, termasuk berapa omzet, biaya operasional, keuntungan, serta kebutuhan modal yang sebenarnya.

Pencatatan transaksi juga menjadi semakin penting ketika pelaku usaha mulai menggunakan pembayaran digital.

BRI, misalnya, terus mengembangkan ekosistem merchant dan QRIS sebagai bagian dari transformasi digital. Hingga Triwulan I 2026, BRI mencatat jumlah merchant mencapai 323,7 ribu dengan volume transaksi merchant sebesar Rp67,9 triliun. Volume transaksi QRIS BRI juga tercatat Rp30,5 triliun, tumbuh 76 persen secara tahunan.

Di tingkat daerah, digitalisasi pembayaran dapat menjadi salah satu bagian dari proses UMKM beradaptasi dengan kebiasaan konsumen yang semakin mengandalkan transaksi non-tunai.

Pimpinan Cabang BRI Pagaralam Agustian Siburian mengatakan, pengembangan UMKM perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari kebutuhan modal.

“UMKM yang ingin berkembang perlu memperhatikan bukan hanya modal, tetapi juga bagaimana mengelola keuangan, memperluas pasar dan memanfaatkan layanan digital sesuai kebutuhan usahanya,” ujarnya.

Selain pengelolaan keuangan dan digitalisasi, legalitas juga menjadi bagian penting bagi UMKM yang ingin memperbesar skala bisnis.

Dengan administrasi usaha yang semakin tertata, pelaku usaha akan lebih mudah melakukan evaluasi dan menyusun rencana pengembangan bisnis.

Akses pembiayaan juga menjadi salah satu instrumen yang dapat mendukung ekspansi ketika kebutuhan usaha sudah terukur.

Namun, pembiayaan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan usaha dan tujuan penggunaan dana. Modal tambahan akan lebih produktif apabila digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar mendukung pertumbuhan bisnis.

Bagi UMKM Pagaralam, peluang pengembangan usaha juga terbuka dari berbagai sektor yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi daerah, mulai dari kuliner, perdagangan, jasa, produk pertanian dan perkebunan hingga usaha yang berkaitan dengan pariwisata.

Karena itu, proses naik kelas tidak harus selalu dimulai dari usaha besar.

Langkah sederhana seperti mencatat transaksi secara rutin, memisahkan uang pribadi dan usaha, menggunakan pembayaran digital, mengurus legalitas dan memahami kebutuhan modal dapat menjadi fondasi bagi pengembangan bisnis dalam jangka panjang.

(**)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts