Fadli Zon Dorong Benteng Kuto Besak Jadi Cagar Budaya Nasional, Revitalisasi Ditarget Rampung 2026

Writer: - Jumat, 11 September 2026
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meninjau kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang dan mendorong penetapannya sebagai Cagar Budaya Nasional, Jumat (11/9/2026). (Foto: Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.

Hal itu disampaikan Fadli Zon saat meninjau langsung kawasan Benteng Kuto Besak, Jumat (11/9/2026). Saat ini, kawasan tersebut masih dalam proses revitalisasi, khususnya pada bagian Bastion 1.

Read More

Fadli menilai BKB yang merupakan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam memiliki nilai sejarah penting yang harus dijaga, dirawat, sekaligus dibuka lebih luas untuk masyarakat.

Menurutnya, revitalisasi BKB harus didasarkan pada kajian yang komprehensif agar proses penataan tidak menghilangkan karakter dan nilai sejarah bangunan.

“Kita berharap bisa dilakukan revitalisasi dan kajian direkomendasikan, kemudian kita tetapkan BKB ini menjadi Cagar Budaya Nasional,” ujar Fadli.

Ia menegaskan, pelestarian bangunan bersejarah tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan bentuk fisiknya, tetapi juga melalui perawatan dan pemanfaatan sehingga keberadaannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Bangunan sejarah harus kita jaga, rawat, dan kita manfaatkan. Sehingga setelah direvitalisasi nanti akan banyak diakses oleh masyarakat,” katanya.

BKB merupakan salah satu peninggalan penting Kesultanan Palembang Darussalam. Benteng ini mulai dibangun pada 1780 pada masa Sultan Mahmud Badaruddin I dan rampung pada 1797 pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Bahauddin yang memimpin Kesultanan Palembang Darussalam pada 1776-1803.

Fadli optimistis revitalisasi BKB dapat memperkuat potensi wisata sejarah dan budaya di Kota Palembang. Karena itu, ia menekankan pentingnya mempertahankan keaslian serta karakter utama bangunan dalam proses penataan.

Saat ini, revitalisasi tahap awal difokuskan pada Bastion 1 yang masih dalam proses pematangan Detail Engineering Design (DED).

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., mengatakan pembangunan Bastion 1 ditargetkan berlangsung pada 2026 dan dapat mulai dibuka untuk masyarakat pada awal 2027.

“Tahun ini dibangun, awal 2027 dibuka untuk umum,” kata Ujang.

Dalam prosesnya, Kodam II/Sriwijaya terus berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Perwakilan Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyambut baik rencana revitalisasi sekaligus pembukaan akses BKB bagi masyarakat.

Menurutnya, dibukanya kembali akses ke kawasan BKB menjadi momentum penting, terutama bagi masyarakat dan budayawan yang selama ini ingin menikmati kawasan bersejarah tersebut.

“Alhamdulillah, setelah puluhan tahun akses masuk BKB dibuka untuk masyarakat Palembang, juga budayawan,” ujar Ratu Dewa.

Ia mengatakan penyusunan DED Bastion 1 terus dimatangkan sesuai arahan Menteri Kebudayaan. Bentuk dan karakter utama bangunan juga akan tetap dipertahankan.

“Pembangunan Bastion 1 saat ini dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) Perumda Tirta Musi,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan berencana memberikan dukungan pendanaan untuk revitalisasi BKB pada 2027.

Adapun pada 2026, kementerian memprioritaskan revitalisasi sejumlah fasilitas kebudayaan di Palembang, di antaranya Museum A.K. Gani, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Museum Sriwijaya dan Taman Budaya.

Dengan revitalisasi dan rencana pembukaan akses publik tersebut, Benteng Kuto Besak diharapkan tidak hanya menjadi ikon Kota Palembang di tepian Sungai Musi, tetapi juga berkembang sebagai ruang edukasi sekaligus destinasi wisata sejarah dan budaya yang dapat dinikmati masyarakat secara luas.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts