Serangan Udara Hantam Penjara di Yaman, 7 Tewas Termasuk Anak dan 25 Narapidana Terjebak

Writer: - Rabu, 9 September 2026
Tim penyelamat menyisir reruntuhan penjara di Al-Hazm, Provinsi Al-Jawf, Yaman, setelah serangan udara menewaskan tujuh orang dan melukai tujuh lainnya, Senin (7/9/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Chat GPT)

Yaman, Sumselupdate.com – Sedikitnya tujuh orang, termasuk seorang anak, tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka setelah serangan udara menghantam sebuah penjara di Al-Hazm, ibu kota Provinsi Al-Jawf, Yaman utara, Senin (7/9/2026).

Serangan tersebut dilaporkan Al-Masirah TV, stasiun televisi yang dikelola kelompok Houthi. Media tersebut mengaitkan serangan dengan Arab Saudi, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait tuduhan tersebut.

Read More

Penjara yang menjadi sasaran serangan berada di wilayah Al-Hazm yang saat ini berada di bawah kendali kelompok Houthi.

Al-Masirah melaporkan, korban luka telah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Pertahanan Sipil Provinsi Al-Jawf, Hassan Saboula, mengatakan proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Menurutnya, sekitar 25 narapidana diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan penjara.

Rekaman yang ditayangkan Al-Masirah memperlihatkan kondisi fasilitas penjara yang mengalami kerusakan parah. Tim penyelamat terlihat menyisir puing-puing bangunan untuk mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun.

Sampai saat ini belum ada komentar langsung dari Arab Saudi mengenai laporan serangan tersebut maupun tuduhan keterlibatan pasukannya.

Serangan terhadap penjara tersebut terjadi ketika konflik di Yaman kembali mengalami eskalasi. Pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi masih terlibat dalam pertempuran dengan kelompok Houthi di sejumlah wilayah.

Konflik Yaman telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Krisis tersebut bermula pada akhir 2014 ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan menguasai sebagian besar wilayah Yaman bagian utara.

Perkembangan tersebut kemudian mendorong koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Upaya meredakan konflik sempat menghasilkan gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada April 2022. Kesepakatan tersebut berakhir enam bulan kemudian setelah tidak diperpanjang secara resmi.

Meski demikian, kondisi gencatan senjata secara de facto yang relatif rapuh masih bertahan di sejumlah wilayah sebelum kembali muncul eskalasi dalam beberapa waktu terakhir.

Ketegangan juga meningkat setelah kelompok Houthi pada Juli mengumumkan larangan pelayaran bagi kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi.

Sejak pengumuman tersebut, Houthi mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal tanker Arab Saudi serta fasilitas minyak yang berada di wilayah negara tersebut.

Serangkaian perkembangan itu menambah kekhawatiran mengenai meningkatnya kembali intensitas konflik di Yaman dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts