Pagaralam, Sumselupdate.com – Menghadapi kemarau dan fenomena El Nino yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air, jajaran Polres Pagaralam menggelar shalat istisqa di Mapolres Pagaralam.
Selain memohon agar hujan segera turun, jajaran kepolisian juga memanjatkan doa agar Kota Pagaralam dijauhkan dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta berbagai bencana alam lainnya.
Pelaksanaan shalat istisqa berlangsung khidmat. Jajaran Polres Pagaralam mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keheningan di tengah kondisi kemarau yang mulai membuat sejumlah sumber air mengalami penurunan debit.
Kapolres Pagaralam AKBP Adam Purbantoro, S.I.K., didampingi Kasubsi Penmas Penda Neni Dianti, S.E., mengatakan shalat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual jajaran kepolisian untuk memohon turunnya hujan sekaligus keselamatan bagi masyarakat.
“Melalui shalat istisqa ini, kita bersama-sama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hujan segera diturunkan. Kita juga berdoa agar Kota Pagaralam dijauhkan dari Karhutla maupun bencana alam lainnya,” ujar Adam.
Menurutnya, kondisi kemarau harus disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan. Lingkungan yang semakin kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama jika terdapat aktivitas masyarakat yang dapat memicu munculnya api.
“Kita berharap dengan turunnya hujan, kondisi kekeringan dapat segera berakhir, sumber-sumber air kembali normal dan risiko terjadinya Karhutla dapat ditekan,” katanya.
Warga Diminta Waspadai Potensi Karhutla
Adam juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah selama musim kemarau. Selain menghemat penggunaan air, warga diminta menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Jangan melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran,” tuturnya.
Menurut Adam, upaya menghadapi dampak kemarau tidak hanya dilakukan melalui doa, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga sumber air serta mencegah munculnya titik api.
Hal tersebut dinilai penting mengingat Pagaralam memiliki kawasan perkebunan, hutan dan lahan terbuka yang membutuhkan perhatian lebih selama musim kering.
Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas apabila kondisi lingkungan kering dan tidak segera ditangani. Karhutla juga dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan serta aktivitas masyarakat.
Sumber Air Mulai Menyusut
Di sisi lain, berkurangnya debit sejumlah sumber air menjadi perhatian karena air merupakan kebutuhan utama masyarakat.
Kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap aktivitas warga yang bergantung pada ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian maupun perkebunan.
Karena itu, doa yang dipanjatkan dalam shalat istisqa tidak hanya berkaitan dengan harapan turunnya hujan, tetapi juga keselamatan masyarakat dan terjaganya lingkungan.
“Kita ingin masyarakat tetap aman, sumber air kembali tersedia dan Kota Pagaralam terhindar dari Karhutla serta bencana lainnya. Ini menjadi harapan dan doa kita bersama,” pungkas Adam.
Shalat istisqa tersebut menjadi momentum bagi jajaran Polres Pagaralam untuk mengajak masyarakat menghadapi musim kemarau dengan doa sekaligus langkah nyata.
Hujan diharapkan segera turun sehingga sumber-sumber air kembali terisi, kondisi lingkungan membaik dan potensi Karhutla selama musim kemarau dapat ditekan.
(**)











