UNNES Dorong Daya Saing Zee Batik Semarang lewat Pengembangan Motif Kearifan Lokal

Writer: - Kamis, 27 Agustus 2026
Prof. Dr. Syakir, M.Sn. bersama Marheno Jayanto (Heno), pemilik Zee Batik Semarang, berdiskusi mengenai pengembangan motif batik yang mengangkat identitas dan kearifan lokal Kota Semarang. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Semarang, Sumselupdate.com – Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendorong peningkatan daya saing UMKM Zee Batik Semarang melalui pengembangan desain motif berbasis kearifan lokal serta penguatan strategi branding digital.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut diarahkan untuk memperkuat identitas batik Semarang sekaligus meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan produk dan memperluas pemasaran.

Program bertajuk ‘Peningkatan Daya Saing UMKM Zee Batik di Semarang melalui Pengembangan Desain Motif Berbasis Kearifan Lokal dan Strategi Branding Digital’ itu diketuai Prof. Dr. Syakir, M.Sn. dari UNNES.

Kegiatan tersebut melibatkan tim peneliti dan mahasiswa UNNES dalam berbagai tahapan, mulai dari riset visual, pengembangan motif, proses produksi batik hingga penguatan branding digital.

Dalam pelaksanaannya, tim UNNES menggandeng Marheno Jayanto, pemilik Zee Batik yang akrab disapa Heno.

Prof. Dr. Syakir, M.Sn. saat membatik dalam proses pengembangan motif Zee Batik berbasis kearifan lokal dan identitas Kota Semarang. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Mitra dilibatkan secara aktif sejak tahap identifikasi kebutuhan, eksplorasi sumber gagasan, pemilihan motif, pengembangan desain hingga penerapannya pada kain batik.

Pengembangan motif dilakukan dengan mengeksplorasi sejumlah ikon khas Semarang, di antaranya Warag Ngendok, Tugu Muda, Bandeng presto serta karakter ornamen pesisiran.

Ikon-ikon tersebut kemudian diolah melalui proses stilisasi, abstraksi dan pengembangan komposisi untuk menghasilkan alternatif motif batik yang lebih kontemporer, namun tetap mempertahankan identitas lokal Semarang.

Proses pengembangan desain juga dilakukan melalui diskusi antara tim UNNES dan Heno sebagai pelaku usaha.

Proses penjemuran kain batik Zee Batik setelah melalui tahapan produksi sebagai bagian dari pengembangan motif berbasis kearifan lokal Semarang. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Karakter produk, teknik produksi serta kebutuhan konsumen menjadi sejumlah pertimbangan dalam menentukan desain yang dikembangkan.

Pendekatan tersebut membuat pengembangan motif tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika, tetapi juga kemungkinan penerapannya pada berbagai produk batik.

Hasil kegiatan ini menunjukkan sejumlah alternatif desain memiliki karakter visual yang lebih dinamis, kontemporer dan sebagian abstrak.

Tahapan itu meliputi pencantingan, pencelupan, penembokan, pencelupan berikutnya hingga proses pelorodan.

Prof. Dr. Syakir, M.Sn. berfoto bersama tim UNNES dan mitra Zee Batik Semarang usai kegiatan pengembangan motif batik berbasis kearifan lokal Kota Semarang. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Selain inovasi motif, program UNNES juga memberikan perhatian terhadap penguatan branding dan pemasaran digital Zee Batik.

Pendampingan mencakup penguatan identitas merek, penyusunan brand guideline, pengembangan konten media sosial, fotografi produk, copywriting hingga strategi pengelolaan media digital.

Program tersebut diharapkan dapat membantu Zee Batik menghasilkan motif yang lebih khas dan memiliki pembeda dari produk batik pesisiran yang selama ini banyak beredar di pasaran.

Pengembangan desain juga diarahkan agar dapat didokumentasikan secara digital serta memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Kolaborasi UNNES dan Zee Batik menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis pelaku UMKM.

Dalam program ini, kearifan lokal Semarang ditempatkan sebagai sumber pengembangan identitas visual.

Sementara inovasi desain dan strategi digital dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk di tengah perkembangan pasar.

Melalui program tersebut, Zee Batik diharapkan tidak hanya memiliki produk dengan karakter visual yang semakin kuat, tetapi juga mampu mengembangkan desain secara lebih sistematis dan memperluas jangkauan pemasaran melalui platform digital.

Dengan demikian, penguatan identitas lokal dapat berjalan beriringan dengan inovasi, pengembangan UMKM dan keberlanjutan industri batik di Kota Semarang.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts