Palembang, Sumselupdate.com – Universitas Sriwijaya (Unsri) menghentikan sementara kegiatan perkuliahan tatap muka dan mengalihkannya ke sistem daring atau online menyusul kondisi kualitas udara di Sumatera Selatan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kesehatan dan keselamatan mahasiswa, dosen, serta seluruh sivitas akademika Unsri di tengah kondisi udara yang belum membaik.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Rektor Universitas Sriwijaya Nomor 0016/UN9.R/SE.R1.DAK/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Akademik Sehubungan dengan Kondisi Kualitas Udara di Sumatera Selatan.
Surat edaran tersebut ditandatangani Rektor Unsri Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., pada 26 Agustus 2026.
Dalam surat edaran disebutkan, penyesuaian kegiatan akademik dilakukan karena kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, termasuk lingkungan kampus Unsri, turut terdampak asap akibat kebakaran lahan.
“Kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara daring (online) hingga kondisi kualitas udara menunjukkan perbaikan dan memungkinkan kegiatan pembelajaran dilaksanakan kembali secara tatap muka,” demikian bunyi surat edaran tersebut.
Kuliah Unsri Beralih ke Sistem Daring
Dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, dosen dan mahasiswa diminta menyesuaikan proses pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai platform pembelajaran daring yang tersedia.
Sementara itu, kegiatan praktikum dan aktivitas akademik lainnya yang membutuhkan kehadiran secara langsung masih dapat dilaksanakan dengan melakukan penyesuaian jadwal.
Pelaksanaan kegiatan tersebut tetap harus mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan sivitas akademika.
Unsri memberikan kewenangan kepada fakultas, departemen, dan program studi untuk melakukan penyesuaian kegiatan sesuai kebutuhan masing-masing.
Mahasiswa dan Dosen Diimbau Gunakan Masker
Selain mengalihkan perkuliahan ke sistem daring, Unsri juga mengeluarkan sejumlah imbauan untuk mengantisipasi dampak buruk kualitas udara terhadap kesehatan.
Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan diminta menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Sivitas akademika juga diimbau membatasi kegiatan di luar ruangan apabila tidak diperlukan serta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan yang mengalami keluhan atau gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan kondisi kualitas udara, Unsri meminta agar segera memeriksakan diri ke Klinik Universitas Sriwijaya atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Aktivitas Kampus Tetap Berjalan
Meski kegiatan perkuliahan dialihkan secara daring, pimpinan universitas dan fakultas beserta jajarannya tetap melaksanakan tugas sebagaimana biasa.
Tenaga kependidikan serta dosen yang memiliki tugas tambahan juga tetap menjalankan tugasnya.
Namun, aktivitas di luar ruangan diminta menyesuaikan kondisi kualitas udara dan tetap mengedepankan aspek kesehatan serta keselamatan.
Selanjutnya, fakultas, departemen, program studi, dan unit kerja di lingkungan Unsri diminta menyampaikan kebijakan tersebut kepada seluruh sivitas akademika di masing-masing unit.
Kebijakan penghentian sementara kuliah tatap muka ini berlaku hingga kondisi kualitas udara di Sumatera Selatan menunjukkan perbaikan dan memungkinkan kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan secara langsung.
(**)











